maiwanews latar
maiwanews tulisan


Sumber Energi Murah

PLN Beli Listrik Tenaga Sampah Bantar Gebang

Harga belinya jauh lebih murah dari Biaya Pokok Produksi (BPP) PLN selama ini

Dahlan Iskan (Dirut PLN)maiwanews – PT PLN (Persero) akan menandatangani perjanjian jual beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA) dengan PT Navigat Organic Energy Indonesia dan PT Godang Tua Jaya, pekan ini.

Yang dibeli oleh PLN ini adalah listrik tenaga sampah yang dihasilkan oleh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bantar Gebang Bekasi, Jawa barat. Harga beli yang desepakati adalah sebesar seharga Rp 820 per Kwh.

“Kalau 2 megawatt (MW), PLN kira-kira akan bayar paling sedikit Rp 1 miliar. Kalau dihitung per kilowatt hour-nya sekitar Rp 820 per Kwh,” kata Direktur Utaman PLN Dahlan Iskan.

Hal itu diungkapkan Dahlan Iskan saat mendampingi kunjungan Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Selasa, 3 Agustus 2010.

Lama kontrak kerjasama pembelian menurut Dahlan adalah 20 tahun. Sementara harga Rp 820 per Kwh tersebut, hanya berlaku selama tujuh tahun, harga pembelian listrik akan diturunkan menjadi Rp 750 per KwH setelah itu.

Dengan harga Rp 820 per KwH, apalagi turun menjadi Rp 750 per KwH tersebut, berarti harga beli listrik sudah mendekati dengan harga jual PLN ke masyarakat selama ini. Berarti, jika penggunaan listrik tenaga sampah dimaksimalkan, persoalan subsidi listrik bisa teratasi.

Seperti diketahui, harga jual listrik PLN ke masyarakat hanya Rp 682 per KwH, padahal Biaya Pokok Produksi (BPP) cukup mahal, yakni mencapai Rp 2.000 per KwH. Itulah sebabnya, subsidi untuk PLN masih sangat tinggi.

Mahalnya BPP itu disebabkan karena sumber energinya yang digunakan masih mengandalkan Bahan Bakar Minyak seperti solar, padahal jika menggunakan gas, maka BPP bisa jauh lebih murah.

Politisi PDI Perjuangan Effedi Simbolon mengatakan beberapa waktu lalu, kesulitan PLN memperoleh gas sebagai bahan bakar selama ini adalah murni menjadi kesalahan pemerintah.

Menurut Effedi, untuk mengurangi subsidi kepada PLN, yang harus dilakukan pemerintah adalah berusaha menurunkan BPP, bukan malah menaikkan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Artikel Lainnya:

  1. Rampung, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Iran
  2. KRL Tabrak Truk Sampah DKI di Permata Hijau
  3. PAN Tidak Setuju Tarif Dasar Listrik Dinaikkan Lagi
  4. DPR Kritik Dahlan Iskan Soal Ide Listrik Gratis
  5. Persh. Listrik Asing Bisa Punya Kuasa Pertambangan Batubara, PLN Tidak

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Kasus Rawa Tripa, WALHI Siapkan Saksi Ahli
maiwanews - Dalam sidang gugatan WALHI Aceh terhadap Gubernur Aceh atas penerbitan surat izin pembukaan lahan di Rawa Tripa Rabu 8 Februari 2012 di

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 57 kali

dibaca 56 kali

dibaca 53 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters