Polisi Nilai Pemberitaan Media Tidak Berimbang

maiwanews – Pihak kepolisian RI menilai media massa tidak berimbang dalam memberitakan penanganan kasus wakil ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Bambang Widjojanto (BW) dan Komjen Budi Gunawan (BG). Bareskrim Mabes Polri pada Jum’at 23 Januari, sedangkan Komjen Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK atas dugaan kepemilikan rekening gendut dengan transaksi tidak wajar.

Dalam sebuah acara diskusi di Jakarta Sabtu 24 Januari 2015, Kadiv Humas Polri, Irjen Polisi Ronny F Sompie, menilai pihak kepolisian sudah dipojokkan terkait penangkapan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Jum’at pagi. Media massa seharusnya tidak menggiring opini masyarakat seolah polisi selalu salah dan KPK selalu benar. Irjen Ronny meminta masyarakat memberi ruang kepada penyidik Polri untuk menangani kasus dugaan keterangan palsu sengketa Pilkada.

… kalau prosedur hukum pembuktiannnya dipengadilan bukan di media …

“Mari kita berikan ruang kepada penyidik untuk menangani kasus ini betul-betul prosedurnya prosedur hukum, kalau prosedur hukum pembuktiannnya dipengadilan bukan di media”, kata Irjen Ronny sembari menyerukan agar semua pihak memberi semangat kepada penyidik kedua lembaga, baik penyidik KPK dalam menangani kasus Komjen Budi, maupun penyidik Polri dalam menangani kasus Bambang Widjojanto.

Irjen Ronny menambahkan, persoalan ini harus dilihat secara proporsional agar tidak menimbulkan kesan tertentu dimana kesan itu justru menghambat jalannya penanganan. Hambatan dalam penanganan sebuah kasus dikatakan sama saja dengan intervensi. Saya lihat media juga tidak seimbang melihat penanganan kasus ini”, ungkap Irjen Ronny. (m011/VoA)