Polisi Tuding Mal dan Plaza Turut Macetkan Jakarta
maiwanews – Kemacetan di Jakarta semakin parah. Polisi menuding mal atau plaza turut andil sebagai penyebab kemacetan. Posisi pusat perbelanjaan seperti itu terletak sangat dengan persimpangan, sehingga memperparah kondisi lalu lintas yang memang sudah macet.
Menurut Komisaris Besar Boy Rafli Amar, pusat perbelanjaan yang biasa menyebut dirinya mal, plaza, square, junction dan sebagainya itu, umumnya menempatkan pintu keluar-masuk di depan jalan utama yang menimbulkan antrean kendaraan dan memperparah kemacetan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya itu mencontohkan Plaza Semanggi, dimana letak lokasi pintu masuknya berada persis di depan jalan utama Gatot Subroto atau putaran bundaran Semanggi.
“Antrean kendaraan yang akan masuk ke dalam mal, membuat dampak kemacetan panjang di Jalan Gatot Subroto dan Sudirman,” kata Boy Rafli Amar, di jakarta, Kamis 22 Juli 2010.
Menurut pantauan maiwanews, kemacetan terjadi karena berhimpitnya kendaraan yang akan masuk plaza dari arah Grogol dengan kendaraan dari arah Jl Sudirman yang sebagian langsung ingin mengambil jalur kanan Jl Gatot Subroto.
Boy mengharapkan agar di masa datang, Pemprov DKI Jakarta juga melibatkan kepolisian untuk membahas tata ruang setiap bangunan yang akan dibangun seperti mal, perkantoran, atau apartemen.
Hal itu dimaksudkan, agar kepolisian bisa memberikan masukan tata letak untuk pintu masuk mal yang sebaiknya tidak berada di jalan protokol, seperti Plaza Semanggi, Pusat Grosir Cililitan, Atrium, City Walk, dan Mall Of Indonesia, La Piazza, Blok M Plaza.
Penentuan posisi pusat perbelanjaan selama ini diketahui sepertinya hanya mempertimbangkan kepentingan bisnis semata, yakni pertimbangan kemudahan akses keluar masuk pengunjung.
Sehingga tak heran, hampir semua pusat perbelanjaan yang menjamur itu, letaknya dipastikan memilih titik yang sangat dengan persimpangan jalan utama atau pintu tol utama. Pertanyaannya, kenapa diberi izin?
Artikel Lainnya:





