Proyek Pusat Peluncuran Satelit di Biak Dengan Rusia, Tergantung Indonesia
Jakarta – Rencana kerjasama pembangunan pusat peluncuran sateli di Pulau Biak, Papua sudah sejak lama ada. Proyek kerjasama antara Indonesia dengan Rusia itu, bertahun-tahun tertunda karena terhambat soal kesepakatan antar pemerintah kedua negara menyangkut hal teknis. Namun Rusia menilai realisasinya tergantung pada pemerintah Indonesia.
Rusia siap melaksanakan proyek itu kapan saja bila perjanjian telah ditandatangani. Sekarang, semua tergantung pada pemerintah Indonesia. “Saya hanya bisa bilang kalau bola ada di tangan Indonesia. Semua tergantung pada Indonesia, kami [bahkan] siap mengimplementasikannya besok kalau perjanjian telah tercapai dan ditandatangani,” kata Ivanov di Pusat Kebudayaan Rusia, Jakarta, Kamis 6 Mei 2010.
Ivanov mengatakan, dia sudah mengunjungi Pulau Biak dan berbicara dengan pemimpin suku setempat. “Saya jelaskan bahwa implementasi proyek ini akan membuka peluang yang sangat baik bagi penduduk lokal karena mereka akan terlibat dalam pembangunan infrastruktur, mereka akan dapat pekerjaan, belajar profesi baru, dan terlebih lagi Rusia juga akan membangun sekolah dan rumah sakit di sana yang akan sangat berguna bagi penduduk lokal,” terang Ivanov.
Dipilihnya Pulau Biak sebagai lokasi proyek pusat peluncuran satelit itu karena posisi Pulau Biak sangat dekat dengan dengan garis khatulistiwa. Karena itu Rusia memandang peluncuran dari Biak dapat menghemat biaya lebih murah delapan hingga sepuluh kali lipat jika dilaksanakan di tempat lain.
Salah satu hal yang menghambat realisasi kesepakatan itu adalah jaminan perlindungan teknologi roket. Rusia merupakan anggota dari mekanisme internasional yang mengatur perlindungan teknologi roket atau rudal (Missile Technology Control Regime), sedangkan Indonesia tidak. Karena itu, dibutuhkan kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Rusia.
Diharapkan jika proyek itu terwujud, nantinya para ahli Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) belajar satelit dari Rusia sehingga Indonesia dapat juga menjadi negara yang berkembang di bidang antariksa.
Artikel Lainnya:






Saya Sebagai orang Papua yang berasal dari suku Biak merasa bangga bila kampung halaman saya bisa menjadi terkenal karena menjadi tempat peluncuran satelit.sebenarnya saya sudah pernah mendengar proyek ini sejak lama semasa mantan Presiden RI B.J Habibi masih menjabat menristek pada masa Presiden Suharto.
Tapi yang saya harapkan pemerintah bersikap adil terhadap masyarakat Biak yang mempunyai hak ulayat atas tanah yang akan di jadikan proyek itu juga dapak negatif yang mungkin terjadi dari proyek itu seperti limbah-limbah berbahaya atau radiasi nuklir yang pasti mengganggu kesehatan masyarakat biak.