Rapat Mediasi Kasus Makam Mbah Priok Lahirkan 9 Kesepakatan

Jakarta – Rapat mediasi antara pihak PT. Pelindo dengan ahli waris Mbah Priok oleh Pemda DKI Jakarta melahirkan 9 buah kesepakatan. Rapat mediasi digelar di gedung Balaikota Jakarta, yang dihadiri oleh sejumlah kalangan dilaksanakan mulai pukul 15.00 Kamis, 15 April 2010.

Dalam rapat mediasi yang dipimpin wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto tersebut antara lain dihadiri oleh ahli waris Mbah Priok dan sejumlah pengacaranya termasuk Yan Juanda, Dirut PT Pelindo RJ Lino, ketua FPI Habib Rizieq, dan anggota DPD RI AM Fatwa.

Turut pula hadir dalam pertemuan yang berlangsung hangat itu adalah dari MUI, Komnas HAM, beberapa jamaah makam dan sejumlah tokoh masyarakat.

Dalam pertemuan itu, salah satu aspirasi yang disampaikan oleh beberapa peserta rapat yang dengan tegas meminta wakil Gubernur DKI Prijanto untuk memecat kepala Satpol PP Haryanto Bajuri yang mereka anggap sebagai biang keladi dari membesarnya kerusuhan akibat uapaya penggusuran makam sekaligus penanggungjawab atas arogansi Satpol PP.

Selengkapnya sebilan dari hasil kesepakatan itu adalah sebagai berikut:

1. Makam Mbah Priok tidak diganggu atau dirubah.

2. Pendopo, majlis zikir, dan Gapura posisinya dipindahkan. Tentang layout dan konsepnya diserahkan kepada ahli waris.

3. Sisa tanah dari area tersebut di atas, akan dimusyawarahkan antara ahli waris dengan Pelindo.

4. Pelanggaran di lapangan diselesaikan secara hukum.

5. Perlu pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam menyelesaikan kasus seperti ini.

6. Pelindo siap buat MoU dari hasil kesepakatan ahli waris dan Pelido.

7. Surat menyurat dan administrasi lainnya dilakukan secara langsung antara ahli waris dan Pelindo dengan tembusan komisi A.

8. Pemda DKI dan Pelindo akan membiayai semua korban tanpa kecuali termasuk rawat jalan.

9. Pembicaraan lanjutan antara ahli waris dan Pelindo dilaksanakan di kantor Komnas HAM.

Pada awal pembicaraan, Dirut Pelindo RJ Lino terlebih dahulu menyatakan persetujuannya membangun akses jalan khusus ke makam. Bentuk fidik akses jalan tersebut berupa jalan bawah tanah dan dibangun lapangan parkir di jalan Jampea.

Jika rencana tersebut disetujui, menurut Lino, pembangunan fisik akses jalan tersebut dapat mulai dilaksanakan secepaya mungkin. “Kita bisa kerjakan besok,” katanya.