maiwanews latar
maiwanews tulisan


Rapat Pansus dengan Ahli Hukum, Pengertian Uang Negara Masih Diperdebatkan

Akbar FaisalJakarta – Rapat Pansus Bank Century yang menghadirkan Prof. Erman Rajagukguk sebagai ahli hukum ekonomi dan Prof. HAS Natabaya sebagai ahli hukum tatanegara yang berlangsung Senin, 26 Januari 2010, berlangsung hangat. Perdebatan tentang pengertian keuangan negara yang ditempatkan di LPS masih menjadi perdebatan seru.

Kedua ahli mempunyai pendapat yang berbeda tentang pengertian itu, Natabaya berpendapat bahwa dana penyertaan di LPS adalah uang negara, sedangkan Erman berpendapat sebaliknya.

Menurut mantan wakil Sekretaris Kabinet itu, alasannya ditunjang dengan bunyi undang – undang LPS yang menyatakan bahwa uang negara sebagai dana penyertaan di LPS adalah uang negara yang dipisahkan.

Anggota Pansus dari Hanura, Akbar Faisal, ketika mendapat giliran bertanya,  secara panjang lebar mendebat Erman soal uang negara tersebut, meski perdebatan terjadi dalam suasana yang cukup cair.

Akbar menolak pendapat Erman itu dengan alasan bahwa jika LPS kekurangan dana, maka kekurangan itu ditanggung oleh negara berdasarkan persetujuan DPR, yang kemudian dibenarkan Erman dengan membacakan undang – undangnya. Menurut Akbar selanjutnya, fungsi ahli dalam hal ini adalah untuk membuat masyarakat tidak bingung. Hal tersebut disampaikan Akbar menimpali pendapat Erman yang menyatakan bahwa kebingungan masyarakat bukan urusannya.

Pendapat Erman itu juga dibantah oleh anggota Pansus yang lain dari PKS, M. Misbakhun. Alasannya, Dirut LPS adalah pegawai negeri, dan selisih lebih premi LPS adalah milik negara.

Bantahan dari anggota Pansus itu tidak menggoyahkan pendapat Erman, yang kemudian ditengahi oleh anggota Pansus yang lain bahwa pendapat Erman itu adalah pendapat ahli dan tidak perlu didebat.

Sementara itu, dalam wawancara dengan TvOne beberapa waktu lalu, salah seorang anggota BPK, Hasan Bisri menyatakan bahwa pendapat yang menyatakan bahwa dana LPS bukan uang negara adalah pendapat yang berbahaya.

Menurut Hasan, Kekayaan seluruh BUMN kita yang jumlahnya mencapai Rp. 700 Trilyun juga disebutkan sebagai kekayaan negara yang dipisahkan sama seperti dana LPS. Apakah kekayaan BUMN itu juga bukan kekayaan negara?

Artikel Lainnya:

  1. Polri: Freeport Beri Uang ke Polisi tak Langgar Hukum
  2. Jika Disetujui, Uang Negara Terkuras Rp 8,3 Triliun/Th
  3. Anggota Pansus Mulai Tuai Ancaman Fisik
  4. Sapaan “Daeng” Dari Ruhut Memicu Protes Anggota Pansus
  5. Sri Mulyani Merasa Tertipu Dengan Angka Rp. 632 M

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Polres Abdya Usut Kasus Perusakan Lingkungan
maiwanews - Penyelidikan Polres Aceh Barat Daya (Abdya) terhadap para perusak lingkungan mendapat dukungan dan apresiasi dari WALHI Aceh. Tindakan

Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cisarua
maiwanews - Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat telah

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 15:14

09/02/12 - 14:29

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 92 kali

dibaca 60 kali

dibaca 56 kali

dibaca 55 kali

dibaca 54 kali

free counters