Referendum Makedonia: Presiden Gjorge Ivanov Nyatakan Tidak Akan Beri Suara

maiwanews – Presiden Makedonia Gjorge Ivanov menyatakan tidak akan memberi suara pada referendum perubahan nama negara Balkan itu menjadi Makedonia Utara. Referendum akan diadakan pada 30 September pekan depan.

Presiden Gjorge berbicara pada anggota diaspora Makedonia di Detroit Sabtu 22 September. Dia menegaskan kembali posisinya bahwa kesepakatan dengan Yunani merugikan bagi Makedonia, demikian pernyataan dirilis oleh kantornya hari Minggu.

Anggota parlemen Makedonia menyetujui 30 September sebagai tanggal referendum dengan 68 suara dari total 120 anggota. Anggota oposisi memboikot dengan meninggalkan ruangan.

Masyarakat Makedonia akan memberikan suara pekan depan pada proposal untuk mengubah nama negara, mengakhiri perselisihan berkepanjangan dengan negara tetangga Yunani. Salah satu provinsi Yunani diberi nama Makedoia, hal ini memicu perselisihan dimana Yunani menganggap berhak atas penggunaan nama Makedonia (Macedonia).

Yunani keberatan negara tetangganya memakai nama Makedonia, karena mengindikasikan klaim wilayah atas provinsinya. Yunani memblokir upaya negara pecahan Republik Yugoslavia itu bergabung dengan Uni Eropa dan NATO (the North Atlantic Treaty Organization) karena keberatan atas nama negara tersebut.

Perdana Menteri Makedonia, Zoran Zaev (terpilih tahun 2017), mendorong kesepakatan dengan Yunani guna menyelesaikan perselisihan terkait penggunaan nama Makedonia. Juni lalu, kedua pihak menyetujui penggunaan nama Makedonia Utara.

Hasil jajak pendapat mengindikasikan masyarakat Makedonia kemungkinan akan mendukung kesepakatan itu, tetapi masih belum jelas apakah pemilih akan memenuhi ambang batas 50 persen agar suara dianggap valid. (BBG Direct/VoA)