Rudal S-400 Dimobilisasi Dekat Moskow dalam Latihan Singkat

S-400 (SAM) Triumf (SA-21) (Foto: Vitaly)

maiwanews – Rudal S-400 dimobilisasi dekat Moskow Rusia Rabu 8 Februari dalam latihan siaga tempur. Ibukota merupakan salah satu daerah paling siap dalam menghadapi serangan nuklir. Kementerian Pertahanan Rusia (Kemenhan) dalam sebuah pernyataan menjelaskan Angkatan Udara bertanggung jawab mempertahankan Moskow dan wilayah industri pusat.

Ujicoba dilakukan untuk kegiatan pemindahan sistem pertahanan udara S-300, S-400, dan Pantsir-S dalam simulasi, kata pejabat Kemenhan. Laporan Russia Today Selasa 8 Februari menyebutkan dilakukan juga latihan anti manuver sabotase dan latihan di medan sulit.

Sistem pertahanan udara Moskow paling maju di Rusia, pada tahun 1970an ditandatangani perjanjian Anti-Ballistic Missile (ABM) berisi pembatasan terhadap distribusi rudal anti balistik Amerika Serikat (AS) dan Union of Soviet Socialist Republics (USSR).

Berdasarkan perjanjian itu, distribusi hanya boleh dilakukan di tempat terpilih, yaitu Moskow. Sementara Amerika memilih sebuah wilayah di Dakota Utara sebagai persiapan melakukan serangan balasan. Sistem pertahanan mengalami peningkatan secara signifikan sejak perjanjian itu dibatalkan saat Amerika berada di bwah pemerintahan George W Bush.

Ujicoba pertahanan udara merupakan bagian dari latihan Angkatan Udara Rusia. Ini merupakan perintah Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa 7 Februari. Latihan tersebut melibatkan sekitar 4.500 pasukan dan 1.700 peralatan militer, termasuk 150 pesawat dan 200 peluncur peluru kendali ke udara. Demikian disampaikan Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Aleksandr Fomin Rabu 8 Februari sebagaimana dikutip Russia Today.

Menhan Aleksandr Fomin kegiatan tersebut adalah latihan tiba-tiba, karena itu tidak berada dalam kontrol dokumen Wina atau dokumen Organization for Security and Co-operation in Europe (OSCE). Tidak diperlukan pemberitahuan resmi. Namun menurut Menhan Aleksandr Fomin, pihaknya tetap menginformasikan kegiatan tersebut sebagai bentuk niat baik mereka.

Ia menambahkan bahwa latihan berlangsung hingga Kamis 9 Februari. Latihan dilakukan untuk menguji seberapa besar kesiapan negara tersebut menghadapi kemungkinan serangan. selama latihan perhaian khusus diberikan terhadap distribusi pertahanan udara dan kesiapan penerbangan merespon agresi. (*)