SBY Kecewa dengan Korupsi di Direktorat Pajak
maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meyatakan kekecewaanya atas atas banyaknya praktek korupsi yang terjadi di jajaran Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.
SBY menilai, kurupsi di bekas kantor Gayus Tambunan itu merupakan kejahatan luar biasa. “Saya kecewa, karena masih saja terjadi korupsi yang dilakukan oknum petugas pajak. Masih ada yang kejahatannya luar biasa,” kata Presiden SBY.
Hal tersebut disampaikan Presiden SBY saat berlangsung pertemuan antara Presiden dengan para pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajakdi Istana Presiden di Jakarta, Rabu 21 Juli 2010.
Soal korupsi itu, SBY menggambarkan sebagai sebuah kreatifitas yang keliru. “Tidak terbayangkan, kreatif tapi kreatifitasnya keliru. Ada oknum yang mencoreng Ditjen Pajak dan ini tertentu juga di bea cukai,” ujar SBY lagi.
Sehubungan dengan itu, SBY menganjurkan agar Direktorat Jenderal Pajak melakukan introspeksi, terutama saat masyarakat menggunjing, mengkritik, menghujat, bahkan tulisan tajam dari media terhadap orang-orang pajak pada umumnya.
Salah sasus mafia pajak adalah kasus yang melibatkan Gayus Tambunan sebagai aktor utama. Kasus Gayus ini diketahui ternyata menyeret sejumlah penyidik Polri, Kejaksaan Agung, hingga Hakim.
Selain kasus Gayus Tambunan yang diungkapkan pertama kali oleh Susno Duadji, ada juga kasus Bahasjim Assifie, dan kasus pemalsuan retribusi pajak yang terjadi di Surabaya serta Bandung.
Menanggapi kekecewaan Presiden itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kesempatan yang sama dalam sambutannya menyampaikan permintaaan maaf kepada Presiden SBY dan seluruh rakyat Indonesia.
“Kami mohon maaf kepada Bapak Presiden selaku kepala negara dan kepada rakyat Indonesia bahwa ada kasus yang memprihatinkan,” ujar Agus.
Artikel Lainnya:





