SBY Minta Gubernur dan Bupati Ikut Tanggungjawab
maiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyesali kerusuhan antara warga dan aparat kepolisian di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah yang menewaskan tujuh warga.
SBY akan meminta pertanggungjawaban instansi terkait, termasuk gubernur dan bupati setempat atas kerusuhan yang juga menyebabkan puluhan warga terluka akibat tembakan.
“Kalau ada amuk massa, gerakan anarkis massa, kebetulan sekarang berhadapan dengan Polri, yang bertanggung jawab, yang harus mengatasi, yang harus menyelesaikan bukan hanya Polri, meskipun Polri tentu memiliki tanggung jawab yang besar,” kata SBY.
Insiden berdarah yang terjadi Selasa malam itu membuat SBY prihatin, mengingat peristiwa itu terjadi di bulan suci Ramadan. Padahal kejadian seperti ini sebetulnya bisa dicegah jika semua perangkat yang ada di daerah bekerja dengan baik.
Keprihatinan tersebut disampaikan Presiden SBY sebelum berlangsung sidang kabinet di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis 2 September 2010.
Tanggungjawab, kata SBY, seharusnya juga diemban gubernur, bupati, dan camat setempat. Jika ada ancaman tinggi, TNI di sana, kata SBY, seharusnya juga berkolaborasi dengan Polri untuk mengatasi keadaan.
Dengan pengalaman masa lalu, lanjutnya, dimana pernah terjadi sinergi yang tidak baik, respons yang kurang, semestinya insiden Buol bisa dicegah. Atau setidaknya korbannya bisa dikurangi.
“Tapi ini malah lebih besar. Ini tidak bisa diterima. Saya akan meminta pertanggungjawaban gubernur, bupati. Saya juga akan meminta pertanggungjawaban kepolisian, saya akan bertanya apa yang dilaksanakan TNI di daerah, untuk mengatasi masalah ini,” tegas SBY.
Artikel Lainnya:





