SBY: Penguasa Jangan Main Api Dalam Gunakan Kekuasaan, Nanti Terbakar

maiwanews – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuding Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengetahui kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang menyebabkan dirinya meringkuk di penjara.

Dalam keterangan persnya, Antasari meminta SBY agar jujur dan terbuka mengenai siapa saja yang terlibat dalam apa yang disebutnya telah merekayasa kasus pembunuhan bos PT. Putra Rajawali Banjaran itu.

Juga di hadapan wartawan, SBY membantah semua apa yang dituduhkan oleh Antasari. Selain itu, presiden Indonesia ke-6 itu juga meyakini bahwa tuduhan Antasari mendapatkan restu kekuasaan yang terkait dengan pemberian grasi sebelumnya.

Karena itu SBY mewanti-wanti penguasa agar berhati-hati dalam menggunakan kekuasaannya. “Para penguasa berhati-hatilah dalam menggunakan kekuasaan. Jangan bermain api, terbakar nanti,” kata SBY di kediamannya Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/2/2018).

Tanpa menyebut siapa yang dimaksud, SBY juga mengingatkan penguasa agar mengingat rakyat, sekaligus takut kepada Allah SWT, kepada tuhan yang maha kuasa.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi atau Juru Bicara Presiden, Johan Budi SP mengatakan bahwa pemberian grasi kepada Antasari Azhar murni pertimbangan hukum, dan tidak ada kaitannya dengan politik.

Menurut Johan, apa yang dilakukan Antasari terkait tudingan kriminalisasi merupakan hak pribadinya yang memang sudah disuarakan jauh sebelumnya.

“Keputusan Presiden untuk memberi grasi kepada Pak Antasari itu berdasarkan saran atau masukan dari MA. Jadi tidak ada kaitannya sama sekali pemberian grasi itu dengan apa yang Pak Antasari lakukan secara pribadi,” kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/2/2017).