Seskab: Presiden Jokowi Perintahkan Polri Proses Laporan Sesuai Hukum

presiden-jokowimaiwanews – Sekretaris Kabinet (Seskab), Andi Widjojanto mengungkapkan, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kepada Polri agar berhati-hati dalam memproses laporan masyarakat.

Menurut Andi Widjojanto, Jokowi mewanti-wanti kepada Polri agar semua proses hukum yang berasal dari laporan masyarakat harus berpatokan pada landasan hukum, bukan manuver politik atau ajang balas dendam.

“Presiden memerintahkan kepada Polri agar proses hukumnya berjalan dengan aturan hukum yang ada. Tidak ada manuver lain selain patokan aturan hukum,” kata Andi Widjojanto, di Jakarta, Sabtu (24/1/2015).

Hal itu dilakukan presiden menyikapi dua laporan berturut-turut dari masyarakat terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto dan Adnan Pandu Praja. Laporan dinilai sebagai upaya kriminalissi KPK.

Andi Widjojanto melanjutkan, Jokowi juga akan mempersiapkan beberapa opsi yang akan diputus dalam 1-2 hari ke depan untuk memastikan KPK tetap bisa menjalankan fungsinya dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dari KKN.

Seperti diketahui, setelah Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dilaporkan politikus PDIP, Sugianto Sabran, kini giliran Wakil Ketua KPK lainnya yakni Adnan Pandu Praja dilaporkan oleh Kuasa Saham PT Desy Timber, Mukhlis Ramlan ke Bareskrim Polri.

Dalam konprensi pers di Gedung KPK pada Jumat (23/1/2015), Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, dirinya juga merasa sedang menjadi target penangkapan.

Sebelum Bambang ditangkap, Abraham Samad sudah terlebih dahulu diserang dengan foto (palsu) tak senonoh lalu diserang lagi oleh Plt Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto dengan tuduhan dendam karena ditolak jadi cawapres Jokowi.