maiwanews latar
maiwanews tulisan


Sinden Siteran Tuban Hanya Sisakan Seorang Suminah

TUBAN – Kesenian tradisioanl Tuban siteran yang pernah berkembang subur di eranya, perlahan mulai pudar dan eksistensinya tinggal menunggu waktu saja. Karena, kini GENERASI SITER YANG TERSISApesinden dalam siteran hanya tinggal Suminah seorang.

Wanita yang telah memasuki usia rembang senja, dalam upayanya menghidupkan siteran hanya cara ngamen ari satu tempat ke tempat lainnya. Tubuhnya yang menghitam tiap hari dibawa berkeliling untuk menopang kehidupan ekonominya.

“Hanya inilah satu-satunya cara menunjukkan kepada masyarakat bahwa siteran masih ada. Tapi, beginilah nasinb kesenian tradisional. Hidup segam mati pun enggan,” kata Suminah sembari menghapus keringat di jidatnya dengan lengan bajunya, Senin (19/4/2010) ketika dijumpai sedang beristirahat di sebuah warung kecil tak jauh dari Pantai Boom.

Suminah menyatakan, siteran dan tayub kerap disamakan dalam persepsi asmara dan nafsu berahi, tersebab figur sentralnya adalah sosok wanita sebagai pesinden. Namun, ungkap Suminah, sebenarnya berbeda. Siteran lebih menonjolkan estetika dalam berkesenian yang tak pernah dibakut oleh gemerlap kemewahan.

Seberkas sinar redup matahari yang mengintip diantara rerimbunan cemara dan karang di pantai Boom Tuban, seperti mengelus pipi pesinden yang tengah menembang dalam siteran. Perempuan itu sudah tidak muda lagi. Umurnya memasuki 55 tahun. Keriput tulang pipinya memancarkan kelelahan.

Tak sedikit pun terbersit gairah nafsu di wajahnya. Justru suasana guyub yang menonjol. Sesama kru saling menjaga satu dan lainnya. Terutama terhadap pesindennya. Keutuhan dalam nuansa persaudaraan itulah salah cirri khas siteran yang sulit tergantikan.

Suminah, wanita itu, Terus menembang hingga senja kala dan dilanjutkan pada malam harinya. Orang-orang yang mengelilinginya menikmati tembang sang sinden dengan mata kuyu. Wajahnya memerah beban kehidupan.

Tapi, keejadian itu sudah lama berselang. Sekitar tiga tahun yang lalu. Namun, bayang-bayang masa itu eerti masih baru terjadi beberapa jam lalu

“Dulu, kelompok siteran masih sering main di sekitar Pantai Boom, Tapi, setahu saya kini sudah tidak kelihatan lagi. Tak tahu entah ke mana,” karta lelaki setengah baya yang mengaku pernah gandrung siteran.

Jas, demikian ia biasa dipanggil teman-temannya, mengaku suka merindukan siteran. Tidak pada pesindennya. Tapi lebih pada keindahan bait-bait tembangnya dan kesahduan suara khas siter yang dipetik lelaki buta.

Siteran, di mana mereka kini? Banyak yang sudah tidak lagi mengetahuinya. Di Dusun Bongkol, Desa Sumurgung, Kecamatan Tuban, dulu banyak bermukim kelompok siteran, setelah ditelusuri ke sana tak ada lagi generasi yangf tersisa.

Toko masyarakat setempat, Tingkis, menyatakan generasi penerus siteran di tempatnya sudah hilang. Bahkan, katanya, sudah lama. “Setahu saya, tak ada lagi pemain siter di sini,” tuturnya.

Matinya siteran karena kedudukan pesinden tidak bisa digantikan. Seorang sinden tayub sekali pun tak mampu menembang di siteran. Yang bisa menggantikan hanya para sinden wayang. Itu pun jumlahnya sangat terbatas. Sebuah realitas dan ironi yang sangat menyakitkan.

Artikel Lainnya:

  1. Petani Tuban Belum Nikmati HPP Gabah
  2. Irony Siteran and Tayub Tuban Towards Doom
  3. Akibat Abrasi Pantura Rawan Longsor
  4. Wisata Pantai Tuban belum Tergarap Optimal
  5. Hilangnya Estetika Budaya dan Sejarah di Pantai Boom

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cisarua
maiwanews - Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat telah

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:29

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 87 kali

dibaca 58 kali

dibaca 56 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters