Sudah Jadi Terangka, MK Berhentikan Patrialis Akbar Sebagai Hakim Konstitusi

maiwanews – Sudah ditetapkan sebagai tersangka suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Konstitusi (MK) memberhentikan Patrialis Akbar sebagai hakim konstitusi terhitung sejah hari ini, Jumat (27/1/2017).

Demikian diungkapkan Ketua MK Arief Hidayat dalam jumpa pers di kantor MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

“Rapat Permusyawaratan Hakim mengambil keputusan sebagai berikut, yaitu membebastugaskan hakim terduga Dr Patrialis Akbar SH MH dari tugas dan kewenangannya sebagai hakim konstitusi sejak hari ini, Jumat, 27 Januari 2017,” kata Arief.

Patrialis Akbar ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap uji materil UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

KPK menjerat mantan Menkuh HAM itu dengan Pasal 12 huruf c atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Namun usai ditetapkan sebagai tersangka, Patrialis Akbar kepada wartawan berulang kali membatah bahwa dirinya telah menerima suap dari Basuki Hariman seperti yang dituduhkan KPK.

“Saya tidak pernah menerima uang satu rupiah pun dari Pak Basuki, demi Allah. Saya betul-betul dizalimi,” kata Patrialis di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (27/1/2017).