Taufik Kurniawan: Verifikasi Media oleh Dewan Pers Harus Transparan

maiwanews – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan memberi saambutan baik terhadap kebijakan Dewan Pers untuk melakukan verifikasi terhadap media-media di Indonesia. Langkah itu diharapkan berdampak pada peningkatan kapasitas dan kualitas media massa baik cetak, daring, dan eletronik.

Di Senayan Jakarta Kamis 9 Februari Taufik mengatakan verifikasi harus disikapi dalam kondisi dengan tujuannya untuk mengatur dan menertibkan, dengan demikian semua pihak bisa menerima kebijakan itu. Namun harus verifikasi harus transparan dan tidak tebang pilih. Jangan sampai status terverifikasi hanya diberikan pada media tertentu. Ia juga tidak setuju jika verifikasi dijadikan sebagai izin.

Menurut politisi Partai Amanant Nasional (PAN) tersebut, saat ini ada ribuan media massa baik cetak, daring maupun elektronik. Sebagian diantaranya patut dipertanyakan eksistensinya sebagai media massa. Verifikasi Dewan Pers sebagai bentuk penertiban perlu untuk membedakan antara media massa dengan media komunitas. Jika dibiarkan, maka tidak akan ada perbedaan antara insan pers profesional dan oknum pembela kepentingan tertentu.

Terkait hoax (berita palsu), Taufik mengatakan sebenarnya hoax adalah masalah klasik, sudah ada zaman Perang Dunia I. Berita palsu atau bohong harus ditangkal dengan teknologi lebih canggih lagi. Karena hoax diciptakan untuk mengaburkan informasi sebenarnya.

Pers sebagai pilar demokrasi diharapkan memberi pencerahan dan perspekif obyektif tentang peristiwa dan isu menyangkut kehidupan bangsa dan negara. Pers turut membangun kehidupan bangsa, mengontrol penyimpangan, dan mengilhami solusi bagi segala persoalan.

Taufik juga mengucapkan “Selamat Hari Pers Nasional. Semoga peran Pers akan semakin memberi kontribusi positif bagi kehidupan bangsa dan negara demi mewujudkan cita-cita masyarakat yang lebih baik di masa yang akan datang”. (DPR/sf)