maiwanews latar
maiwanews tulisan


Terbitkan Perbup Cegah Harga Pupuk Melambung

PETANI MELAKUKAN PEMUPUKANBOJONEGORO – Sebagai upaya mengendalikan harga pupuk di Kab Bojonegoro, Bupati Bojonegoro menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) nomor 4 Tahun 2010 tentang Kebutuhan dan penyaluran serta Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi untuk sektor pertanian.

Asisten III Pemkab Bojonegoro, Nono Purwanto, menyatakan dengan adanya Perpub ini menghindari kenaikan harga pupuk yang nantinya akan merugikan para petani sekaligus sebagai fungsi control pendistribusian pupuk bersubsidi.

“Terlebih lagi pupuk memiliki peranan vital upaya meningkatkan produktivitas tanaman padi. Karena selama ini Kabupaten Bojonegoro merupakan nomor tiga pemasok pangan di Propinsi Jawa Timur, “ ujar Nono.

Diharapkan dengan adanya Perbub bertujuan sebagai upaya mengamankan harga pupuk di Kabupaten Bojonegoro. Nono mengatakan bahwa dalam dua pekan ini ada indikasi pendistribusian pupuk yang berlebih di salah satu wilayah. “Selain itu agar distributor resmi yang ditunjuk oleh PT Petrokimia Gresik benar benar memperhatikan alur distribusi dan kebutuhan disesuaikan dengan jumlah lahan di wilayah masing masing, “ ungkap Nono.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian (Diperta) Pemkab Bojonegoro, Subekti, menyampaikan bahwa pengecer resmi harus menjual pupuk bersubsidi sesuai dengan HET. Dan berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 4 Tahun 2010 ditetapkan bahwa harga Pupuk Urea Rp 1.200 perkilogram, SP 36 Rp 1.550 perkilogram, ZA Rp 1.050 perkilogram.

Harga pupuk NPK Phonska Rp 1.750 perkilogram, NPK Pelangi Rp 1.830 perkilogram dan NPK Kujang Rp 1.586 perkilogram dan pupuk organic seharga Rp 500 perkilogram.

Untuk alokasi pupuk bersubsidi untuk tanaman Holtikutura dan pangan di Tahun 2010 ini, tutur Subekri, telah mencukupi. Yang meliputi Urea 61.614 ton, SP 36 8.962 ton, ZA 4.740 ton dan NPK mencapai 19.852 ton dan organic 8.761 ton. Rincian alokasi pupuk itu untuk bidang perkebunan kebutuhan Urea 786 ton, SP 36 2.562 ton, ZA 3.712 ton, NPK 605 ton dan organic 510 ton.

Sedangkam Bidang Peternakan dan Perikanan membutuhkan Urea 215 ton, Sp 36 76 ton dan ZA mencapai 20 ton. Untuk sector pertanian membutuhkan Urea 62.615 ton, SP 36 11.600 ton, ZA 8.472 ton, NPK 20.457 ton dan pupuk organic 9.271 ton.

Artikel Lainnya:

  1. Efek Stop Impor, Harga Sapi Lokal Mulai Membaik
  2. Perbup Bojonegoro Perlakukan Khusus Home Industry
  3. Harga Kebutuhan Pokok Terus Merangkak Naik
  4. Nasib Petani yang Getir, Pupuk Mahal dan Ancaman Banjir Setiap Saat
  5. Harga Terus Merosot Petani Bojonegoro Pilih tak Jual Gabah

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Kasus Rawa Tripa, WALHI Siapkan Saksi Ahli
maiwanews - Dalam sidang gugatan WALHI Aceh terhadap Gubernur Aceh atas penerbitan surat izin pembukaan lahan di Rawa Tripa Rabu 8 Februari 2012 di

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

06/02/12 - 12:36

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 56 kali

dibaca 56 kali

dibaca 53 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters