Turki Pecat 4.500 Pegawai Pemerintahan, Terkait Kudeta Militer

Ilustrasi: David Pena/DavidRockDesign

maiwanews – Pemerintah Turki memecat hampir 4.500 orang pegawai berdasarkan putusan hari Selasa 7 Februari dengan alasan demi keamanan nasional. Sekitar 2.600 diantaranya adalah pegawai Kementerian Pendidikan, sekitar 900 polisi paramiliter, dan 400an lainnya dari kepolisian. Beberapa lainnya adalah karyawan televisi pemerintah, Pengadilan, dan Dewan Pemilihan Umum.

Pemecatan dilakukan berdasarkan putusan hari Selasa 7 Februari sebagai lanjutan upaya membersihkan orang-orang yang diduga punya keterkaitan dengan Fethullah Gulen.

Ini bukan kali pertama pemerintah Turki memecat pegawai negeri dalam rangka pembersihan operasi kudeta gagal, setidaknya sudah ada lebih dari 100.000 terduga pengikut Fethullah Gulen. Mereka dituduh menyusup ke militer, kepolisian, dan instansi pemerintah.

Selasa 22 November tahun lalu pemerintah Turki memecat sekitar 15.000 aparat militer, polisi, dan pegawai negeri. Selain itu juga ditutup lebih dari 500 lembaga badan pemberitaan, dan 19 institusi bidang kesehatan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji mengadili pelaku kudeta. Ia menuduh Fethullah Gulen mendalangi upaya menggulingkan pemerintah. Kudeta militer 15 Juli 2016 tesebut berhasil digagalkan. Gulen merupakan bekas sekutu Erdogan, saat ini mengasingkan diri di negara bagian Pennsylvania, Amerika. Tudingan sebagai otak kudeta militer telah berulang kali dibantah Gulen.

Presiden Erdogan mengatakan pengikut Gulen sudah aktif di Turki selama lebih dari 40 tahun. Mereka menyusup ke dalam militer, kepolisian, kehakiman, dan kementerian. 250an orang tewas pada malam kudeta gagal tersebut. Hingga saat ini dikatakan masih banyak pengikut Gulen di berbagai instansi pemerintah, mereka juga tersebar di berbagai wilayah di Turki. (ps/al/my/ds)