Turki Sepakat Naikkan Investasi di RI Hingga US$ 10 M
maiwanews – Pemerintah Turki sepakat meningkatkan target investasinya di Indonesia yang semula hanya US$ 2 miliar menjadi US$ 10 miliar.
Rencana peningkatan investasi itu dicapai antara pemerintah Indonesia dan Turki itu adalah bagian dari kesepakatan peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi kedua negara.
“Kita sepakat akan meningkatkan kerja sama sampai dengan US$ 5 hingga 10 miliar, sekarang baru US$ 2 miliar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu, 28 Juli 2010.
Kesepakan itu dicapai dalam kunjungan Turki di Indonesia sebagai follow up kunjungan Presiden sebelumnya. Turut hadir dalam kunjunangan ini, para pengusaha dari Turki untuk menindaklanjuti kesepakatan pimpinan kedua negara.
Di antara pengusaha yang hadir, terdapat pengusaha yang bergerak di sektor pangan yang berhubungan dengan sekitar 800 perusahaan di Turki. Sementara dari Indonesia, pertemuan dihadiri 22 pengusaha. Sebanyak 7 MoU/LoI antara perusahaan Indonesia dengan perusahaan Turki ditandatangani.
Perusahaan yang mengaku siap untuk bekerjasama dengan pengusaha Indonesia antara lain, Cengiz Holding Co, perusahaan yang setuju bekerja sama dalam bidang Energi Geotermal, konstruksi, pertambangan, dan metallurgi.
Sementara The Ulusoy Un Sanayi ve Ticaret A.S dan Ulasgida Co yang bersedia untuk bekerja sama membangun pabrik tepung dan terigu, Ajans Press akan bekerjasama dalam pembentukan joint venture untuk penanaman modal asing di Indonesia, serta Tav Havalimanlari Holding A.S kerjasama dalam bidang desain, konstruksi, dan pengoerasian airport di Indonesia.
Hatta menjelaskan, Presiden Turki sangat optimistis bahwa target investasi US$ 10 miliar di Indonesia akan tercapai dalam kurun waktu antara 2014-2015.
Artikel Lainnya:





