Ulil Abshar Abdalla: Kasus Century Kita Abaikan Dulu
maiwanews – Ketua Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla mengatakan, masalah century kita abaikan dulu. Mantan calon ketua umum PBNU itu mendesak agar Front Pembela Islam (FPI) dibubarkan.
Menurut Ulil, diperlukan tekanan masyarakat sipil untuk membubarkan FPI. “Masalah membubarkan FPI masih ada keraguan dari pemerintah,” kata Ulil di gedung parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 28 Juni 2010.
Ulil yang dikenal sering melontarkan pernyataan kontroversial itu beranggapan bahwa masaalah FPI adalah masaalah yang lebih besar dan lebih penting dari menyelesaikan skandal Bank Century.
“Hadapi masalah yang lebih serius,” kata tokoh muda NU beraliran Islam Liberal itu. FPI menurutnya, harus dibubarkan karena telah melakukan kekerasan secara sistematis, bukan sporadis.
Pembubaran FPI, kata Ulil, perlu dilakukan agar entitas itu bubar secara hukum, karena untuk memenjarakan semua tidak memungkinkan. “Memang berdasarkan undang-undang, semua bisa berserikat, tapi berserikat melakukan kekerasan membahayakan,” kata Ulil.
Wacana pembubaran FPI merebak paska pembubaran paksa acara yang dihadiri tiga anggota DR-RI dari PDIP yakni Rieke Dyah Ayu Pitaloka, Ribka Tjiptaning Proletariat, dan Nur Suhud. Pembubaran dilakukan oleh massa FPI bersama ormas lainnya di lokasi kunjungan kerja di Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis 24 Juni 2010.
FPI menuding kegiatan tersebut merupakan kedok dari temu kangen eks dan keturunan PKI. Sebab menurut mereka, peserta yang hadir banyak dari kalangan eks dan keturunan partai terlarang tersebut.
Ribka Tjiptaning Proletariat adalah politisi dari PDI Perjuangan yang pernah membuat buku berjudul ‘ Aku Bangga Menjadi Anak PKI.”
Artikel Lainnya:





