Universitas Yale Sedang Diselidiki Atas Tuduhan Dugaan Diskriminasi

Yale. (Foto: 12019/Pixabay)

maiwanews – Otoritas Federal Amerika Serikat (AS) sedang menyelidiki tuduhan diskriminasi terhadap pelamar Asia-Amerika ke Universitas Yale. Dalam sebuah surat kepada Asia-Amerika untuk Pendidikan pada hari Rabu 26 September, Departemen Pendidikan mengatakan bahwa akan menyelidiki 2016 pengaduan terhadap tiga Perguruan Tinggi Ivy League. Penyelidikan akan melibatkan Departemen Kehakiman akan bergabung dalam penyelidikan.

Koalisi Amerika keturunan Asia bagi Pendidikan mengirim surat keluhan hari Senin ke Kantor Urusan Hak Sipil Departemen Pendidikan dan Departemen Kehakiman Amerika, meminta mereka untuk menyelidiki Brown University, Dartmouth College, dan Yale University.

Koalisi mengeluhkan jumlah warga Amerika keturunan Asia di Brown University dan Yale University tidak berubah dalam 20 tahun terakhir, dan di Dartmouth University selama lebih dari 10 tahun belakangan. Ditengarai pihak universitas memberatkan para pelamar warga Amerika keturunan Asia.

Persentase keturunan Asia tidak mengalami peningkatan meskipun jumlah pelamar dengan kualifikasi memenuhi syarat telah meningkat pesat selama dua dekade terakhir.

Keluhan dari koalisi berbasis New Jersey mengatakan Yale, Brown University, dan Dartmouth College secara tidak adil menolak pelamar Asia-Amerika dengan memperlakukan mereka berbeda berdasarkan ras mereka. Departemen Pendidikan mengatakan sudah cukup informasi untuk menyelidiki Yale.

Atas tuduhan itu, Presiden Yale Peter Salovey, membenarkan adanya penyelidikan, tapi membantah keras Pergurutan Tinggi Yale bertindak diskriminatif terhadap kelompok ras apa pun.

Presiden Koalisi, Yukong Zhao, mengatakan dia sangat gembira oleh tanggapan pihak berwenang atas pengaduan itu. (BBG Direct/VoA/sp)