Vaksinasi DBD Bisa Dilakukan di Rumah

maiwanews – Di musim penghujan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan Demam berdarah atau demam dengue (DBD). Beberapa kasus DBD sebelum 2017 hanya muncul di musim hujan, namun kini DBD bisa muncul sepanjang tahun. dr Stephanie Patricia, dari Medi-call Indonesia, mengatakan tanda bintik merah dan demam tinggi sudah tidak bisa lagi dijadikan acuan untuk mengidentifikasi gejala DBD.

Karena itu dr Stephanie menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala dan segera mengambil langkah jika terkena penyakit demam berdarah. “Jika terlambat ditangani, pasien bisa mengalami kebocoran plasma dan perdarahan saluran cerna hingga mengakibatkan kematian”, kata dr Stephanie.

Sebagai antispasi, dr Stephanie menyarankan melakukan vaksinasi, salah satunya adalah dengan vaksin DBD Dengvaxia. Vaksin ini telah beredar sejak akhir tahun 2016 lalu. Vaksin tersebut hanya dapat diuji efektivitasnya oleh pasien berusia 9-15 tahun.

Menurut dr Stephanie, di luar negeri sudah tersedia vaksin DBD untuk segala usia. Di Indonesia, vaksin DBD untuk usia di luar 9-18 sedang dalam proses registrasi dan administrasi pada Badan Pengelolaan Obat dan Makanan (BPOM), diharapkan bisa segera tersedia tahun ini.

dr Stephanie menjelaskan vaksinasi dengan Dengvaxia bisa dilakukan di rumah. Untuk mendapatkannya juga mudah, karena dijual di apotik. Jika pasien sulit untuk meninggalkan rumah, bisa memanggil dokter untuk datang melakukan vaksinasi di rumah pasien. Untuk memanggil dokter salah satunya bisa dengan aplikasi berbasis Android, Medi-call. Aplikasi ini akan menemukan dokter terdekat agar pasien segera mendapat layanan kesehatan.

Aplikasi Medi-call diluncurkan tahun lalu, telah digunakan beberapa dokter di Bali. Februari 2017, aplikasi ini segera diluncurkan di Jakarta, dan tersedia di iOS App Store dalam waktu dekat. (*)