Wapres JK Ungkap Langkah Atasi TBC dalam Pertemuan PBB

Ilustrasi. (Foto: 9nong)

maiwanews – Dalam pertemuan Plenary High-Level Meetingon Fight Against Tuberculosis di Areal Markas Besar PBB, Rabu 26 September, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada sambutannya menyampaikan bahwa penyakit tuberkulosis (TB/TBC) dapat dicegah dan diobati.

Lebih dari lima ribu orang meninggal akibat penyakit ini setiap hari. Penyakit ini memperkuat siklus kesehatan buruk dan kemiskinan. Tantangan semakin besar dalam memberantas TB karena munculnya TB yang resisten terhadap banyak obat. Oleh karena itu Pertemuan PBB tentang TB yang diadakan pertama kali ini, dinilai sangat tepat.

Persoalan penyakit TB harus ditanggapi secara komprehensif, Wapres JK menyoroti 3 poin penting dalam mengatasi TB. Pertama, setiap negara harus menerapkan strategi nasionalnya masing-masing secara konkrit untuk mengatasi penyakit TB. Indonesia dikatakan telah menyediakan akses lebih besar untuk layanan kesehatan berkualitas dan pengendalian risiko TB.

Pemerintah Indonesia dikatakan juga terus meningkatkan kerjasama dengan pemangku kepentingan terkait dan mendorong kemandirian masyarakat. “Target kami adalah menghilangkan TB pada 2035 dan mencapai ‘Indonesia Bebas TB’ pada tahun 2050”, ungkap Wapres JK.

Poin kedua, harus ada upaya lebih terpadu untuk memperkuat kapasitas deteksi dini kasus TB. Khususnya, kasus baru yang resisten terhadap obat-obatan. Dalam hal ini peran keluarga dan masyarakat sangat penting dalam mengidentifikasi kasus-kasus baru.

Ketiga, harus ada akses lebih besar dan layanan kesehatan berkualitas dan setara untuk masyarakat umum.

Menurut Wapres JK, saat ini skema Asuransi Kesehatan Nasional telah digunakan oleh lebih dari 200 juta orang, atau lebih dari 70% populasi. Kendala sosial-ekonomi pada orang miskin yang paling rentan terjangkit penyakit menular terus diupayakan penyelesaiannya.

Terhadap pertemuan tersebut, Wapres JK mengatakan harus menghasilkan misi pragmatis, konkret, dan ditargetkan untuk menghilangkan TB. (Set Wapres)