Warga Serang Pos Polantas Karena Sering Ditilang

Logo Polrimaiwanews – Aksi puluhan warga yang menyerang sebuah pos polisi di Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat, 24 September 2010, ternyata disebabkan karena selama ini mereka merasa selalu ditilang karena melanggar.

Kapolres Metro Kabupaten Tangerang Komisaris Besar Edy Soemitro Tambunan mengatakan, peristiwa itu terjadi karena adanya salah paham antara warga dan polisi lalu lintas.

“Kami minta kepada petugas di lapangan agar tidak henti-hetinya menegor para pelanggar itu, hingga mereka timbul rasa malu,” kata Kapolres.

Para warga itu sering ditilang karena tidak menggunakan helm. Menurut Kapolres, merasa tidak mengenakan helm itu lantaran jarak yang akan ditempuh dekat, sehingga mereka merasa benar.

Karena itu kedepannya, kata Kapolres, pihaknya meminta kepada bawahannya agar tidak mudah menjatuhkan sanksi kepada pengguna jalan itu apabila mereka baru satu kali melanggar.

Seperti diberitakan, puluhan warga merusak Pos Polantas di Pertigaan Jalan Raya Serang KM 8, Kabupaten Tangerang, Banten. Akibatnya beberapa polantas yang sedang melakukan pengaturan lalu lintas di lokasi menghindar karena kuatir diserang.

Tiga polisi lalu lintas yang berada di tempat itu, langsungĀ  menghindar meninggalkan tempat kejadian. Massa lalu mencurahkan emosinya ke Pos Polantas yang berukuran sekitar 2 X 2,5 meter.

Menyusul penyerangan itu, tiga satuan setingkat kompi (SSK) dari Polres Metro Kabupaten Tangerang denganĀ  senjata lengkap tiba di lokasi. Massa penyerang seketika menghilang di pemukiman warga.