Wataniya Airways Setuju Beli 25 Pesawat Airbus A320neo

Penyedia pesawat udara eksklusif Wataniya Airways, Golden Falcon Aviation, Selasa 14 November telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) untuk pembelian 25 pesawat Keluarga Airbus A320neo. Kesepakatan tersebut ditandatangani di Dubai Airshow 2017 oleh Dr. Hamad Al-Tuwaijri, Pimpinan Golden Falcon Aviation, dan John Leahy, Chief Operating Officer Customers Airbus Commercial Aircraft di hadapan Ali Al Fouzan, Pimpinan Wataniya Airways.

Wataniya Airways kembali beroperasi pada bulan Juli 2017 dan saat ini mengoperasikan armada dua pesawat A320ceo. Maskapai ini melayani beberapa tujuan di Timur Tengah dan Eropa dari basisnya di Kuwait. Keluarga A320neo Airbus akan memberi kontribusi pada visi strategis perusahaan penerbangan untuk menjadi maskapai penerbangan dengan pertumbuhan tercepat dan terdepan di negara tersebut.

Pimpinan Wataniya Ali Al Fouzan dalam pernyataannya mengatakan ingin meningkatkan armada pesawat terbang, keluarga A320neo akan menawarkan kabin paling nyaman dan modern dengan jok lebar 18 inci kepada pelanggan. Pesawat tersebut juga memastikan profitabilitas dan efisiensi. “Penambahan pesawat akan memungkinkan kami untuk lebih memperkuat jaringan kami karena kami terus melayani pelanggan kami”, ungkap Fouzan.

John Leahy, Chief Operating Officer Customers, Airbus Commercial Aircraft mengatakan pesanan sejumlah 25 pesawat Keluarga A320neo ini menunjukkan kepercayaan pada pesawat single-aisle utama kami. Ia menambahkan, efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang tak tertandingi menjadikannya pilihan tepat untuk perluasan armada dan rencana ekspansi Wataniya.

Keluarga A320neo Airbus diklaim menggabungkan teknologi terbaru termasuk mesin generasi baru, teknologi terbaru tersebut secara bersamaan menghasilkan penghematan bahan bakar sebesar 15 persen pada saat pengiriman dan 20 persen pada tahun 2020. Dengan lebih dari 5.200 pesanan dari 95 pelanggan sejak diluncurkan pada tahun 2010, Keluarga A320neo telah menguasai hampir 60 persen pasar.