maiwanews latar
maiwanews tulisan


Yusril: Pemilu 2009 Adalah Pemilu Terburuk Indonesia

Medan – Menurut Yusril Izha Mahendra, pemilu tahun 2009 adalah pemilu terburuk dari segi pelaksanaan. Sementara pemilu terbaik adalah pemilu yang dilaksanakan pada tahun Yusril Izha Mahedra1955 dan 1999 dari seluruh pelaksanaan pemilu di Indonesia.

Pelaksanaan Pemilu 2009 merupakan yang terburuk karena di dalamnya terdapat faktor-faktor kepentingan. Dia mensinyalir berbagai persoalan hukum yang menyita perhatian masyarakat belakangan masih terkait dengan pelaksanaan Pemilu 2009 yang buruk tersebut.

Sebaliknya, baiknya Pemilu pada tahun 1955 dan tahun 1999 karena pemilu tersebut dilaksanakan oleh panitia yang tergabung dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang merupakan representasi partai-partai peserta Pemilu saat itu.

“Pemilu 1999 juga mirip dengan Pemilu 1955 karena dilaksanakan representasi
partai yang ada dalam Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini baik karena, jika
ada salah satu partai ingin curang, maka anggota komisi lainnya yang juga
anggota komisi akan menentangnya,” jelas Yusril.

Hal itu diucapkan Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra ketika Berbicara di hadapan peserta Muktamar III PBB di Hotel Tiara, Jl. Cut Meutia, Medan, Sumatera Utara, Jumat malam, 23 April 2010.

Namun mantan Menteri Sekretaris Negara yang kemudian digantikan oleh Hatta Rajasa itu mengatakan tidak ingin membahas lebih lanjut karena hal itu merupakan masaalah yang cukup sensitif.

Seperti diketahui, anggota KPU pada pemilu 1999 komposisinya terdiri dari 50 % dari pemerintah dan 50 % dari perwakilan partai. Pada pemilu yang hanya setahun setelah jatuhnya rezim Soeharto itu, menghasilkan PDI Perjuangan sebagai pemenang Pemilu.

KPU di masa BJ Habibie jadi presiden ketika itu diketuai oleh Mendagri Jend Purn TNI Rudini dan Andi Mallarangeng adalah salah seorang angota KPU yang merupakan representasi dari pemerintah.

Sementara pemilu 2009 diketahui memang menyisakan berbagai persoalan. Persoalan yang paling menyolok diantaranya adalah kekacauan Daftar Pemilih Tetap (DPT) serta persoalan IT KPU yang diduga beberapa pihak digunakan sebagai sarana kecurangan.

Artikel Lainnya:

  1. Wiranto Harap Panja Bongkar Kecurangan Pemilu 2009
  2. Kecurangan Pemilu 2009 Bisa Dibongkar Melalui Kasus Nurpati
  3. Golkar: KPU dari Parpol, Pemilu 1999 Terbukti Berhasil
  4. PKS Target Posisi Tiga Besar Pada Pemilu 2014
  5. Hanura: 18 Juta Suara Sah Sia-Sia Pada Pemilu 2009

One Response to “Yusril: Pemilu 2009 Adalah Pemilu Terburuk Indonesia”

Beri Komentar

*
Hosting Gratis
BERITA TERBARU

Nama Korban Tewas Kecelakaan Bus di Cisarua
maiwanews - Hingga saat ini, jumlah korban meninggal akibat kecelakaan bus Karunia Bhakti di Cisarua, kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat telah

Gelar Pahlawan Untuk Soeharto Dinilai Sah
maiwanews - Mantan Presiden Indonesia, Soeharto, dinilai layak mendapat gelar sebagai pahlawan nasional. Mahkamah Konstitusi (MK) dalam uji materi 9

Nampaknya Ical Sudah Menemukan Sosok Cawapres
maiwanews - Dalam seminar Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis 9 Februari 2012, Ketua Umum DPP

Lawan Persema, Persebaya Tampil Tanpa Andik
maiwanews - Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat menjamu Persema Malang Minggu 12 Fembruari 2012 nanti. Pada pertandingan Indonesia Premier

Indonesia Akan Beli 8 Helikopter Serang Apache
maiwanews -Pemerintah Indonesia terus melakukan penguatan sistem persenjataan yang dimiliki TNI. Setelah mewacanakan akan membeli 100 buah tank berat

Dana Pembelian Pesawat Kepresidenan Dari APBN
maiwanews - Sekertaris Kementerian Sekretaris Negara (Sesmensetneg), Lambock V. Nahattands, Kamis 9 Februari 2012 di Jakarta menegaskan dana

Pungli dan Korupsi Gerogoti Sektor Industri
maiwanews - Ekonomi Indonesia saat ini tumbuh dengan biaya tinggi, karenanya tidak memberi dampak signifikan bagi rakyat. Tingginya biaya ekonomi

Pameran Peluang Usaha
Artpro Exhibition akan menggelar pameran peluang usaha berjudul Indonesia Business & Franchise Expo pada 17-19 Februari 2012 di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 Surabaya.

Wiping-Out Our National Islamic Cultural Identity
What is our cultural identity? It is according to many social studies, in short, our traditions, our values, our principles, our social habits, our religious concepts and perceptions

BERITA SEBELUMNYA

09/02/12 - 14:29

09/02/12 - 14:21

09/02/12 - 13:56

08/02/12 - 14:26

08/02/12 - 13:56

08/02/12 - 11:02

08/02/12 - 10:44

08/02/12 - 10:39

08/02/12 - 08:55

08/02/12 - 08:25

07/02/12 - 03:55

07/02/12 - 01:12

06/02/12 - 16:17

TERPOPULER BULAN INI

dibaca 87 kali

dibaca 58 kali

dibaca 56 kali

dibaca 51 kali

dibaca 49 kali

free counters