15 Poin Keberatan Ahok Atas Kesaksian Irena di Sidang Penistaan Agama

maiwanews – Saksi pelapor Irena Handono dapat giliran memberikan keterangan dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, (10/1/2017).

Dalam kesaksiannya, Irena cukup yakin bahwa Ahok telah melakukan tindakan yang dikategorikan pada penistaan agama Islam terkait Surah Al-Maidah ayat 51. Sejumlah bukti dan keterangan yang disampaikan Irena untuk memperkuat pernyataannya, dibantah Ahok.

Usai persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi ini, Ahok tidak memberikan keterangan kepada awak media yang menunggu sebagaimana yang dilakukannya pada sidang sebelumnya.

Namun juru bicara Ahok Triana Dewi Seroja menyebutkan, terdapat 15 poin keberatan yang diajukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu atas kesaksian Irena. Berikut keberatan tersebut :

Pertama, Ahok keberatan mengenai tuduhan penodaan agama pada saat doorstop di Balai Kota, kantor DPP NasDem, e-book “Merubah Indonesia”, dan video Youtube (pidato Ahok) di Kepulauan Seribu.

Kedua, Ahok menilai Irena hanya mengambil kalimatnya sepenggal-sepenggal dan tidak utuh, pada kalimat ‘jangan percaya sama orang’. “Faktanya, orang dimaksud Bapak Basuki bukan ulama melainkan oknum politisi yang kerasukan roh kolonial,” kataTriana.

Ketiga, Ahok keberatan dengan pernyataan Irena yang menyatakan bahwa dirinya menafsirkan Surah Al-Maidah ayat 51. Faktanya kata Irena, dalam e-book tertulis, ‘Setelah saya tanyakan teman-teman termasuk Gus Dur’. “Ahok tidak pernah mengkritisi kitab suci Al-Quran,” ujar Triana.

Keempat, Ahok menilai pernyataan Irena dalam berita acara pemeriksaan yang mengatakan cerminan kebencian Basuki terhadap Islam, tidak benar dan fitnah. Sebab faktanya kata Triana, orang tua angkat Ahok merupakan seorang muslim yang taat dan pasti sudah marah dan sedih bila Ahok menistakan agama.

Kelima, Ahok keberatan pernyataan Irena yang menyatakan soal iman dan sembayang cermin kebencian Ahok terhadap Islam. Faktanya sebut Triana, konteks pembicaraan Ahok soal PNS. “Kedudukannya sebagai gubernur di mana pada saat itu Bapak Basuki menyampaikan, ‘untuk apa mengaku punya iman dan sembayang kalau kita langgar sumpah jabatan, jangan ngaku punya iman kalau masih korupsi. Maka saya tunjukkan iman yang baik’.”

Keenam, Irena tidak mau menjawab saat ditanya pendapatnya adanya partai berbasis Islam yang mendukung non muslim.

Ketujuh, Ahok keberatan atas kalimat Irena yang mengatakan bahwa ia memakai pidato di Kepulauan Seribu sebagai kampanye terselubung.

Kedelapan, keterangan saksi Irena pada BAP nomor 13 mengenai gangguan terhadap keutuhan NKRI. Faktanya ucap Triana, Bapak Basuki sangat mendukung kesatuan NKRI yang bisa dilihat buku halaman 40.

Kesembilan, Ahok membantah bahwa orang yang hadir saat pidatonya di Kepulauan Seribu merupakan anak buahnya dan nelayan yang mendapatkan ikan kerapu. Faktanya, Triana mengungkapkan yang hadir adalah tokoh masyarakat, anggota DPR RI, dan para nelayan yang tidak ikut membudidayakan ikan kerapu.

Kesepuluh, Ahok keberatan atas pernyataan Irena yang mengatakan, ‘Jangan harap Yesus turun di akhir zaman’. “Menurut Bapak Basuki itu harapan orang Kristen yang belum digenapi,” ujar Triana.

Kesebelas, Ahok keberatan atas pernyataan Irena yang mengatakan, ‘Di bible ada bilang orang Islam sesat atau domba yang hilang’.

Kedua belas, Ahok merasa keberatan atas Irena yang menyebutkan dirinya berkampanye karena ada kata-kata ‘Pilihlah saya’. Faktanya kata Triana lagi, Ahok mengatakan ‘jangan pilih saya’.

Ketiga belas, Ahok tidak pernah meminjamkan Monas untuk perayaan Paskah, seperti yang disebut Irena.

Keempat belas, Triana mengungkapkan bahwa Ahok tidak pernah mengubah aturan seragam sekolah dan meniadakan pakaian muslim-muslimah. “Justru Bapak Basuki membuat program untuk memberikan dana sebesar Rp 600 ribu untuk seragam tersebut,” kata dia.

Kelima belas, Irena menyebut Ahok membongkar masjid dan tidak membangunnya lagi. Triana mejelaskan, Ahok merubuhkan masjid untuk membangunnya kembali. Soal belum dibangun kembali menurut Triana, hanya terkait tender yang belum selesai.