2 Pembangkit Listrik Dimatikan, Libanon Gelap Total

20210918-masyarakat-libanon-menyambut-kedatangan-tanker-dari-iran
Masyarakat di Kota Beirut Libanon menyambut kedatangan tanker pengangkut BBM dari Iran. Sabtu 18 September 2021.

maiwanews – Karena kekurangan bahan bakar, dua pembangkit listrik terbesar Libanon terpaksa ditutup pada hari Sabtu 9 Oktober. Pemadaman di negara berpenduduk hampir enam juta itu diperkirakan akan berlangsung selama beberapa hari.

Jaringan listrik di Kota Libanon berhenti bekerja pada siang hari Sabtu, diperkirakan tidak akan berfungsi hingga hari Senin pekan depan atau dalam beberapa hari setelah pembangkit listrik Deir Ammar dan Zahrani behenti beroperasi.

Pihak berwenang akan berupaya menggunakan minyak militer untuk mengaktifkan pembangkit listrik sementara waktu meski belum ada kepastian akan hal itu.

Pembangkit listrik Deir Ammar dan Zahrani pada waktu normal menyediakan 40% listrik Libanon. Fasilitas kehabisan bahan bakar karena pemerintah kekurangan mata uang asing untuk membayar pemasok energi asing. Kapal-kapal pembawa minyak dan gas dilaporkan menolak untuk berlabuh di Libanon sampai pembayaran untuk pengiriman mereka dilakukan dalam dolar AS.

Pound Lebanon telah merosot 90% sejak 2019, di tengah krisis ekonomi, kondisi diperparah oleh kebuntuan politik. Faksi-faksi belum dapat membentuk pemerintahan dalam 13 bulan sejak ledakan mematikan di pelabuhan Beirut, hanya menemukan titik temu setelah persetujuan kabinet baru pada bulan September.

Situasi pasokan listrik telah mengerikan di negara itu sebelum pemadaman total, dengan penduduk hanya bisa mendapatkan listrik selama dua jam sehari.

Beberapa penduduk mengandalkan generator diesel pribadi untuk memberi daya pada rumah mereka, tetapi perangkat keras semacam itu tidak tersedia di negara itu.

Iran telah membantu negaa itu engan mengirimkan BBM (Bahan Bakar Minyak) di tengah sanksi AS (Amrika Serikat) terhadap Iran. Namun beberapa pengiriman minyak dari Iran belum bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri Lebanon. (z/RT/maiwanews)