Aktivis Lingkungan Gugat 3 Gubernur di Pulau Jawa

20220413-sungai-klorak-19apr2018
Sungai Klorak di Jawa Timur. 19 April 2018. (ilustrasi)

maiwanews – Aktivis lingkungan menggugat 3 gubernur provinsi di Pulau Jawa. Ketiganya masing-masing adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Somasi para pemerhati lingkungan diajukan dengan alasan ketiga gubernur dinilai gagal menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan serta menyediakan sungai bersih untuk warga. Pencemaran di sejumlah sungai disebut semakin mengkhawatirkan.

Gugatan diajukan oleh Ecoton (Environmental Conservation Organization), WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia), dan AZWI (Aliansi Zero Waste Indonesia), serta beberapa kelompok pemerhati lingkungan lainnya.

Dalam keterangan persnya hari Selasa (12/04/2022), Direktur Eksekutif Ecoton Prigi Arisandi mengatakan, gugatan dilakukan karena ketiga gubernur lalai membiarkan pencemaran terhadap sungai-sungai penting di Pulau Jawa sehingga mengancam kesehatan masyarakat. Sungai-sungai merupakan penyuplai irigasi dan bahan baku air minum.

Parigi menyebut pemerintah di ketiga provinsi itu tidak mengelola sampah dengan baik, ia juga menuding gubernur-gubernur tersebut membiarkan industri membuang limbah tanpa diolah sebelumnya.

Ecoton, dalam risetnya, menunjukkan banyak sampah plastik, antara lain tas plastik (kressek), kemasan kecil, botol, sedotan, dan popok ditemukan di tiga area sungai. Sampah-sampah itu nantinya dapat terpecah menjadi mikroplastik.

Penelitian dilakukan sejak Agustus 2021 hingga April 2022 di Sungai Brantas (Jawa Timur), Sungai Citarum (Jawa barat), dan Sungai Bengawan Solo (Jawa Tengah). Temuan Ecoton menunjukkan, tiga sungai besar di Pulau Jawa tersebut tercemar sampah mikroplastik, hal ini dapat membahayakan makhluk hidup. (VOA/z)