Amerika Ingatkan China Soal Intervensi Pers di Hong Kong

maiwanews – Amerika Serikat mengingatkan China untuk tidak mengintervensi jurnalis negeri Paman Sam itu di Hong Kong. Ketegangan Washington dan Beijing terkait insan pers meningkat belakangan ini.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo Minggu 17 Mei dalam sebuah pernyataan mengatakan pemerintah China telah mengancam akan mencampuri pekerjaan para jurnalis AS di Hong Kong. Ia juga mengatakan segala keputusan terkait otonomi Hong Kong bisa mempengaruhi penilaian AS terhadap status Hong Kong.

Menlu Pompeo dalam pernyataannya menyebutkan bahwa para wartawan ini adalah anggota pers bebas, bukan kader propaganda, dan pemberitaan mereka memberi informasi kepada warga China dan seluruh dunia.

Hubungan bilateral kedua negara memanas beberapa pekan belakangan, Menlu Pompeo dan Presiden Donald Trump mengeluhkan tentang cara China menangani wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Pemerintah Amerika Jum’at 8 Mei lalu menerapkan aturan baru bari wartawan asal China, pedoman visa mereka diperketat sebagai tanggapan atas perlakuan terhadap wartawan Amerika di China, menyusul tudingan pengusiran wartawan AS dari China.

Inggris mengembalikan Hong Kong ke China tahun 1997, kemudian dijanjikan otonomi tingkat tinggi selama 50 tahun. Hal ini menjadi dasar Hong Kong untuk mendapat status khusus berdasarkan UU AS. Amerika telah membantu wilayah itu berkembang menjadi salah satu pusat keuangan dunia.

6 Mei lalu Menlu Pompeo mengumumkan bahwa Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menunda menyerahkan sebuah laporan kepada Kongres. Laporan itu mempelajari apakah Hong Kong menikmati otonomi dari China untuk terus mendapat perlakuan khusus dari AS. (VoA/vm/pp)