Andi Rahmat: Kriminalisasi Misbakhun Diotaki Satgas

Andi RahmatJakarta – Penetapan M Misbakhun sebagai tersangka dalam kasus L/C fiktif Bank Century mendapat kritik keras kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Andi Rahmat  menuding kasus yang membelit rekannya sesama partainya, M Misbakhun, diotaki oknum Satuan Tugas Antimafia Hukum.

Menurut Andi Rahmat, anggota DPR RI dari PKS  yang juga salah satu inisiator hak angket Bank Century, Muhammad Misbakhun dikriminalisasikan karena sikapnya yang vokal dalam kasus Century.

“Memang intensi satgas ke situ, mengait-ngaitkan Misbakhun dengan segala kasus pajak,” kata Andi Rahmat. “Intensi satgas bukanlah untuk mengungkap kasus, tapi untuk mengkriminalisasi pihak-pihak yang keras bersuara terkait kasus Century,” lanjutnya.

Hal tersebut diungkapkan Andi Rahmat dalam jumpa pers yang digelar di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa 13 April 2010.

Lebih lanju dikatakan Andi Rahmat, “ini sudah terbaca sebagai upaya kriminalisasi. Setelah Misbakhun, berikutnya akan dibidik pula Hadi Poernomo, lantas Bambang Soesatyo. Mastermind-nya ya dari lingkaran Satgas Antimafia Hukum.”

Satgas menunggangi kemauan publik yang menginginkan pengungkapan berbagai kasus besar, untuk melakukan serangan balik terhadap aktivis yang getol menyuarakan kasus Century. “Saya ingatkan, pola seperti itu tidak akan pernah berhasil, dan tidak akan didukung oleh masyarakat sipil,” katanya.

“Saya peringatkan pula kepada Denny Indrayana, yang dulu berasal dari kalangan masyarakat sipil. Anda tidak akan diterima kembali oleh aktivis masyarakat sipil begitu Anda selesai di sana,” ujar Andi Rahmat.

M Misbakhun adalah politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sekaligus salah satu inisiator hak angket Cantury ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri atas  tuduhan pemalsuan dokumen.

Dalam kapasitasnya Komisaris PT Selalang Prima International (SPI), Misbakhun yang dalam pansus Century cukup vokal, disangka melanggar pasal 255 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan.