Aplikasi Bersatu Lawan COVID Permudah Melawan Virus Korona

maiwanews – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 meluncurkan aplikasi berbasis gawai Bersatu Lawan COVID (BLC) Minggu 3 Mei. Aplikasi ini mempermudah masyarakat menyikapi dan merespons Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Sebelumnya telah dlakukan peluncuran awal pada Senin 27 April.

Pakar Epidemiologi Dewi Nur Aisyah (Foto: BNPB/M Arfari Dwiatmodjo)

Melalui aplikasi berbasis gawai atau telepon pintar ini, masyarakat dapat mengetahui seberapa rentan lokasi persebaran COVID-19 di sekitar. Memiliki tampilan spasial, sebaran COVID-19 dapat dilihat secara mudah. Dengan demikian pengguna aplikasi BLC membangun kewaspadaan dini.

Aplikasi ini juga membantu masyarakat mendeteksi gejala COVID-19. Dengan adanya pengenalan dini terhadap gejala korona, akan mempercepat konsultasi dan pemeriksaan diri oleh tenaga kesehatan pada tahap awal.

Fitur Bersatu Lawan COVID dikembangkan berdasarkan data terkini, tinjauan ilmiah dan berbasis bukti. Hal ini disampaikan pemimpin program konten aplikasi BLC dr. Sheila Rachma pada konferensi persi di Graha BNPB, Jakarta, Minggu 3 Mei.

“Masyarakat dapat menggunakan fitur periksa gejala mandiri untuk mengetahui status kesehatan, pemantauan isolasi diri, telekonsultasi, mengetahui kerawanan daerah dan edukasi harian”, ujar dr. Sheila.

Aplikasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi masyarakat, tapi juga oleh petugas kesehatan. Mereka dapat memantau perkembangan pasien dengan fitur pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT) dan data riwayat medis pasien.

Menurut dr. Sheila, aplikasi BLC mempermudah petugas untuk melakukan pemantauan pasien COVID-19 pada wilayah kerjanya, melaporkan hasil pemeriksaan pasien termasuk RDT dan lain-lain. Mobile apps ini dikatakan terkoneksi langsung ke dalam sistem utama Bersatu Lawan COVID.

Sistem aplikasi ini dikembangkan oleh kementerian, institusi, dan pihak lain di bawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Pengembangan aplikasi BLC dilatarbelakangi tekad merangkul seluruh masyarakat. Berbagai komponen tersebut bahu membahu menanggulangi COVID-19.

Tidak hanya menggunakan pendekatan medis, BLC juga mengunakan pendekatan kesehatan masyarakat, psikologis, dan sosial. Dengan adanya sinergi dan kedisiplinan dari seluruh aspek, sistem ini diharapkan menjadi tembok pertama dalam pertahanan mencegah dan melawan COVID-19.

Pakar Epidemiologi Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa integrase data sangat penting. Ia mengibaratkan BLC seperti peta navigasi dalam menghadapi pandemi sekarang ini.

Dewi menjelaskan, data cepat, akurat, dan terintegrasi dibutuhkan untuk menyusun kebijakan dan strategi dalam menghadapi pandemi. Data terintegrasi tidak hanya terkait dengan data kesehatan tetapi data lain, seperti data ekonomi dan sosial.

Pengembangan sistem dibangun Kevin Daniel Pantasdo, diakui tidak terlepas dari pemanfaatan aplikasi terdahulu yakni Fight Covid-19, oleh Ahmad Alghozi Ramadhan dan tim pengembang, Piky Hamonangan, Wahyu Nurhidayat dan Hudio Hizari.

Saat ini, aplikasi Bersatu Lawan COVID baru dapat diunduh pada gawai berbasis android , nantinya aplikasi BLC dapat juga bekerja pada gawai berbasis iOS. (BNPB)