Aplikasi ‘SunSmart Global UV’ untuk Perlindungan Sinar Matahari

20220621-berlindung-dari-sinar-mayahari-di-pantai
Beberapa orang berlindung dari sinar matahari mengunakan payung saat berada di pantai. (ilustrasi) (Foto: Tho-Ge).

maiwanews – Badan-badan dunia telah meluncurkan aplikasi SunSmart Global UV untuk pengguna ponsel baik berbasis IOS maupun Android. Aplikasi ini diklaim bermanfaat membantu melindungi diri dari bahaya sinar matahari dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Aplikasi ini diluncurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), Organisasi Meteorologi Dunia (World Meteorological Organization/WMO), Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Environment Programme/UNEP), dan Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO).

Aplikasi SunSmart Global UV menyediakan informasi lokal terkait radiasi UV (Ultraviolet) dan prakiraan cuaca. Dengan demikian orang-orang dapat mengetahui kapan harus menggunakan pelindung sinar matahari dalam upaya mengurangi beban global kanker kulit dan kerusakan mata terkait UV.

Tersedia gratis di Apple App dan Google Play store, SunSmart Global UV memiliki opsi personalisasi agar pengguna dapat mengambil tindakan untuk berlindung dari paparan UV berlebihan dan berkepanjangan. Demikian pernyataan WHO hari Selasa (21/06/2022).

Paparan UV berlebihan merupakan penyebab utama kanker kulit dan penyakit terkait UV lainnya. Aplikasi ini memungkinkan penyertaan aliran data nasional dan lokal dan adaptasi ke berbagai bahasa. Saat ini tersedia dalam bahasa Cina, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia, Belanda, dan Spanyol.

“Bukti menunjukkan bahwa paparan sinar UV berlebihan adalah penyebab utama kanker kulit. Jadi, penting bagi orang untuk mengetahui kapan dan bagaimana melindungi diri mereka sendiri”, kata Dr Maria Neira, Direktur WHO, Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan.

Ia mendorong semua orang untuk menggunakan aplikasi demi melindungi diri mereka sendiri dan anak-anak mereka, dan menjadikan ini sebagai kebiasaan sehari-hari.

Diperkirakan lebih dari 1,5 juta kasus kanker kulit (gabungan melanoma dan non-melanoma) didiagnosis secara global pada tahun 2020. Selama periode itu, lebih dari 120.000 orang di seluruh dunia kehilangan nyawa karena penyakit ini.

Salah satu faktor utama terhadap kanker adalah kelebihan radiasi UV dari penipisan lapisan ozon stratosfer bumi akibat dari pelepasan bahan kimia tertentu buatan manusia.

Di bawah perjanjian internasional Protokol Montreal, semua negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) secara bertahap menghentikan produksi dan konsumsi zat-zat tersebut sesuai dengan jadwal tertentu. Sebagai hasil dari upaya berkelanjutan ini, tingkat ozon diproyeksikan akan pulih pada pertengahan abad. (z)

BERITA LAINNYA

.