AS Kucurkan Bantuan 4,5 Miliar USD untuk Memanaskan Rumah

20211115-joe-biden
Presiden AS Joe Biden berjalan di depan bendera AS menuju tempat penandatanganan Undang-Undang Investasi Infrastruktur dan Pekerjaan. Gedung Putih, Senin, 15 November 2021.

maiwanews – Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden mengucurkan bantuan sebesar $4,5 miliar bagi warga berpenghasilan rendah di negara itu. Dana itu untuk membantu meringankan biaya pemanasan rumah selama musim dingin. Musim dingin ini adalah kali kedua selama merebaknya pandemi COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).

Besaran jumlah bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara bagian. Dalam rilis hari Jumat (07/01/2022) waktu setempat disebutkan negara bagian dengan cuaca lebih dingin menerima bantuan dengan jumlah lebih besar.

Minnesota misalnya, menerima hampir $274 juta bantuan bagi warga. sementara Texas dengan kondisi cuaca dingin relatif tidak parah menerima bantuan sebesar 10 juta USD (United States Dollar), meskipun populasinya mencapai 29 juta jiwa atau lima kali lebih banyak dibanding Minnesota. Sedangkan negara bagian New York, dengan jumlah penduduk kurang dari 20 juta orang menerima bantuan sekitar $875 juta.

Selain mengucurkan bantuan untuk biaya pemanas rumah, Presiden Biden juga mengumumkan komitmen tujuh perusahaan utilitas besar menjamin tidak ada penghentian bagi pencari bantuan. Perusahaan-perusahaan itu juga sekaligus mengidentifikasi dan memberitahu penerima bersyarat untuk menerima bantuan pemerintah.

Bantuan pemerintah Amerika Serikat (AS) diharapkan dapat meredam lonjakan biaya energi selama musim dingin. Berdasarkan indeks harga konsumen Depnaker (Departemen Tenaga Kerja), saat ini biaya listrik dan gas alam di AS mengalami kenaikan sekitar 11 persen dibanding tahun lalu.

Sedangkan Administrasi Informasi Energi menyebutkan harga minyak dan pemanas untuk perumahan naik sekitar 40 persen dibanding tahun lalu.

Ketujuh perusahaan itu masing-masing adalah Atlantic City Electric, Baltimore Gas and Electric, ComEd, Delmarva Power, Pacific Gas & Electric, PECO, dan Pepco. Akhir tahun lalu, tujuh perusahaan lainnya telah lebih dulu menjanjikan hal serupa.

Menanggapi kebijakan itu, anggota parlemen Republik mengatakan mengucurkan terlalu banyak dana bantuan telah menyebabkan inflasi lebih tinggi. (VOA/z)