AS Umumkan Bantuan Lebih dari $3,75 Miliar ke Negara Terdampak Perang Rusia

20220503-gedung-di-kkyiv-unkraina-hancur-akibat-perang-14mar2022
Sebagian blok flat di distrik Obolon, Kyiv, Ukraina, hancur akibat perang. 14 Maret 2022.

maiwanews – Amerika Serikat mengumumkan bantuan militer lebih dari $3,75 miliar ke Ukraina dan negara-negara terdampak perang Rusia. Bantuan ini termasuk penarikan $2,85 miliar dari saham Departemen Pertahanan untuk diberikan segera ke Ukraina.

Selain itu, $225 juta bantuan dalam Pembiayaan Militer Asing untuk membangun kapasitas jangka panjang dan mendukung modernisasi militer Ukraina. Ini juga mencakup $682 juta dalam Pembiayaan Militer Asing untuk mitra dan sekutu Eropa untuk membantu memberi insentif dan mengisi kembali sumbangan peralatan militer ke Ukraina.

Pernyataan ini disampaikan Menlu AS (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat) Antony J Blinken di Kantor Deplu (Departemen Luar Negeri) as di Washington DC pada Jumat (06/01/2023) waktu setempat.

Dalam pernyataan persnya, Menlu Blinken mengemukakan, berdasarkan pendelegasian wewenang dari Presiden, ia mengesahkan penarikan ke-29 senjata dan peralatan AS untuk Ukraina sejak Agustus 2021.

Penarikan $2,85 miliar ini akan memberi Ukraina kendaraan tempur infanteri Bradley, sistem artileri, pengangkut personel lapis baja, rudal permukaan ke udara, amunisi, dan barang-barang lainnya untuk mendukung Ukraina.

“Saya berterima kasih kepada Kongres karena terus memberikan otoritas penarikan, otoritas terbaru di bawah Undang-Undang Alokasi Pelengkap Tambahan Ukraina 2023, ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden bulan lalu”, ungkap Menlu Blinken.

Pada kesempatan itu, MEnlu Blinken juga menyampaikan, pihaknya bekerja sama dengan Kongres berencana memberikan tambahan $907 juta Pembiayaan Militer Asing di bawah Undang-Undang Alokasi Tambahan Tambahan Ukraina 2022. Dana ini akan mendukung Ukraina dan negara-negara terkena dampak perang Rusia di Ukraina.

Dengan bantuan terbaru unu, total bantuan militer AS untuk Ukraina menjadi sekitar $24,9 miliar, belum pernah terjadi sebelumnya sejak awal Pemerintahan. (z/Deplu AS)