Badan Atom Dorong Iran Buka Akses Lokasi Nuklir

simbol nuklir

maiwanews – IAEA meloloskan resolusi berisi dorongan kepada Iran untuk membuka akses ke dua lokasi. Sebuah tim dipersiapkan untuk melakukan pemeriksa terhadap lokasi itu karena diduga menjadi tempat penyimpanan bahan nuklir. Resolusi diterbitkan Jum’at 19 Juni dan telah diadopsi dalam sidang IAEA di PBB.

Berdasarkan resolusi itu, Iran diminta untuk bekerjasama penuh dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Resolusi itu juga meminta Iran memenuhi permintaan tim inspeksi IAEA tanpa penundaan lebih jauh, termasuk dengan menyediakan akses langsung ke dua lokasi terduga tempat penyimpanan bahan nuklir.

Resolusi IAEA dibuat setelah Iran selama beberapa bulan menutup akses ke lokasi itu. Kebijakan Iran ini membuat ketegangan diplomatik makin meningkat. Inggris, Perancis, dan Jerman mengusulkan resolusi kemudian didukung Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Mike Pompeo Jum’at 19 Juni mengatakan sikap Iran untuk tidak mengizinkan tim inspeksi IAEA melakukan pemeriksaan sangat meresahkan. Ia juga mengungkapkan bahwa sikap itu justru menimbulkan pertanyaan serius tentang kemungkinan Iran menyembunyikan sesuatu di dua lokasi itu.

Hal senada disampaikan Utusan Khusus Amerika untuk Iran, Brian Hook, hari Jum’at lalu mengatakan jika Iran benar-benar tidak menyembunyikan apapun, maka seharusnya tidak ada masalah untuk memberi akses penuh pada tim inspeksi IAEA.

Berbeda dengan Amerika dan negara-negara sekutunya, Rusia dan China menentang resolusi itu. Duta Besar (Dubes) Rusia untuk Organisasi Internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, dalam akun Twitter-nya menyebut resolusi tersebut kontra produktif.

Juru bicara Kemenlu Iran Abbas Mousavi, hari Jum’at mengatakan resolusi itu benar-benar tidak konstruktif dan mengecewakan. IAEA dikatakan tidak memiliki wewenang sah untuk melakukan pemeriksaan. (VOA/em/pp)