Bahlil Wacanakan Pilpres Diundur, Partai Demokrat Bereaksi Keras

maiwanews – Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa kalangan pengusaha berharap penyelenggaraan Pilpres 2024 ditunda karena sedang fokus pemulihan ekonomi nasional setelah babak belur akibat pandemi COVID-19.

Menanggapi klaim itu, Partai Demokrat bereaksi keras. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny Kabur Harman dalam akun Twitter miliknya @BennyHarmanID mepertanyakan motif Bahlil Lahadalia yang menyebut pelaku usaha berharap penyelenggaraan Pilpres 2024 ditunda.

“Kepala BKPM Sebut Dunia Usaha Ingin Pemilu 2024 Diundur. Betulkah? Motifnya apa? Apa mereka inginnya tidak ada Pemilu agar proyek IKN (Ibu Kota Negara) tidak mangkrak di tengah jalan? Atau apa kira-kira motif mereka meminta Pemilu ditunda?” kata Benny seperti dikutip, Senin (10/1/2022).

Menurut Benny, konstitusi telah mengatur masa jabatan pemerintahan dan masa jabatan presiden beserta wakilnya akan habis masa jabatan pada 2024 nanti.

Dan meskipun misalnya Pilpres 2024 ditunda ujar dia, maka hukum mengatakan bahwa jabatan presiden akan diganti oleh Triumvirat atau pengisi kekosongan jabatan Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Menteri Luar Negeri (Menlu), Menteri Pertahanan (Menhan), dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Benny menilai, upaya penundaan Pilpres agar Presiden Jokowi mengawal proyek IKN yang datang dari kelompok tertentu, itu sesat. Sebab kata dia, nantinya hanya eksekutif yang akan diganti, sementara legislatif atau DPR akan tetap.