Banjir Morowali, 350 Warga Mengungsi

maiwanews – Setidaknya 350 warga di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah mengungsi ke keluarga kerabat akibat banjir dengan muka air mencapai 10-30 cm. Sedikitnya 500 kepala keluarga terdampak bencana alam ini.

Demikian keterangan Abdul Muhari, plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB (Badan NAsional Penanggulangan Bencana) Selasa (28/06/2022).

BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat dikatakan telah melaporkan bahwa bencana banjir dikatakan melanda pada Senin (27/06/2022). Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi.

Beberapa instansi terkait segera melakukan koordinasi untuk upaya penanganan darurat. Pendataan dan pemantauan dilakukan petugas untuk mendapatkan dan mengumpulkan informasi terkini dari lapangan. Banjir dilaporkan sudah surut sekitar pukul 23.00 WITA. Para warga sudah kembali ke rumah dari tempat mengungsi.

BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) telah menerbitkan peringatan dini terkait wilayah Sulawesi Tengah esok hari (29/06/2022). Menurut prakiraan BMKG, ada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada Rabu (29/06/2022).

Potensi hujan tersebut disertai petir/kilat dan angin kencang pada malam dan dinihari. Fenomena alam ini diperkirakan terjadi di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala, Poso, Touna, Tolitoli, Parimo, Buol, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.

Berdasarkan informasi BMKG tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Masyarakat bisa mendapatkan informasi melalui whatsapp group dan jaringan radio lokal.

Pemerintah daerah dikatakan dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika hujan terjadi lebih dari satu jam agar warga dapat mempersiapkan upaya evakuasi mandiri. (z)