Banyak Negara Terancam Gagal Bayar Utang, Bagaimana Indonesia?

maiwanews – Akibat tingkat inflasi yang melonjak dan kenaikan suku bunga, banyak negara di dunia akan terkena dampak termasuk berpotensi gagal bayar utang atau default.

Hal itu diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) Indonesia, Sri Mulyani Indrawati dalam seminar Nasional dan Konferensi tentang Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Penguatan Pembangunan Berkelanjutan, Rabu (19/10).

“Akan terjadi kenaikan cost of fund dan default banyak negara. Ini kondisi makin rumit, ekonomi global makin rumit,” ujar Sri Mulyani.

Meski begitu, Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih mampu bertahan, dimana pertumbuhan ekonomi mencapai 5,4 persen pada kuartal II 2022 dan di kuartal III diprediksi masih akan sangat kuat.

Pada 2023 kata dia, ekonomi Indonesia diprediksi masih tumbuh di atas 5 persen. Tetapi faktor eksternal sambungnya, sangat dominan dan memengaruhi perekonomian dalam negeri.

Seperti diketahui, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika semakin melemah mencapai Rp 15.600 per dollar AS. Di saat bersamaan, sejumlah investor asing menarik uangnya dari Indonesia.

Kondisi tersebut dipicu oleh naiknya suku bunga Federal Reserve sebesar 75 basis poin pada bulan September ini. Pemimpin Federal Reserve, Jeremy Powell menyatakan akan menaikkan suku bunga sampai inflasi Amerika Serikat (AS) terkendali.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, pasar keuangan global sangat diguncang berbagai faktor pada bulan Agustus hingga September. Salah satunya kata dia, disebabkan oleh pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) atau Komite Pasar Terbuka Federal.