Bela Rocky Gerung, Amien Rais : 66 Persen Tanah Dikuasai 1 Persen Pengusaha

maiwanews – Perseteruan Rocky Gerung dengan pihak Sentul City terus berlanjut. Masing-masing pihak yakin memiliki hak atas tanah seluas kurang lebih 1.000 meter persegi di Bogor yang saat ini ditempati Rocky Gerung.

Sejumlah pihak membela Rocky dalam kasus itu termasuk Amien Rais. Pendiri Partai Ummat itu menyoroti soal ketimpangan penguasaan lahan di Indonesia yang dinilainya menyengsarakan rakyat dan selama ini tertutupi.

Menurut Amien, sengketa tanah antara Rocky Gerung dengan Sentul City merupakan kasus gunung es. Artinya kata dia, terdapat masalah yang luar biasa besarnya dalam kasus pertanahan di negara kita.

Mengutip Fadli Zon, kasus tanah di Sentul City dengan Rocky lanjut Amien, merupakan titik kecil di puncak dari sebuah gunung es atau the tip of the iceberg, dibanding yang di bawah atau dalamnya yang jauh lebih besar.

Menggambarkan ketimpangan penguasaan lahan, Amien meminjam istilah Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria atau KPA, Dewi Kartika, yang menyebut 66 persen daratan Indonesia dikuasai 1 persen kelompok pengusaha dan korporasi besar.

Ketimpangan penguasaan lahan ini sambung Amien, merupakan yang terburuk sejak UU Pokok Agraria nomor 5 tahun 1960 disahkan. “Luar biasa yang paling buruk,” ujar Amien Rais di akun YouTube-nya, Amien Rais Official, Jumat (23/9/2021).

Penguasaan lahan yang sedemikian besar oleh para konglomerat hingga korporasi kata dia, menggambarkan adanya bandit-bandit pertanahan dan ekonomi yang menurutnya sudah menghina Indonesia.

Amien Rais mencontohkan yang pernah disampaikan manta Ketua PP Muhammadiyah Syafii Ma’arif bahwa 80 persen tanah dikuasai konglomerat Indonesia, 13 persen dikuasai konglomerat asing, sisanya hanya 7 persen yang dikuasai masyarakat biasa.

Sementara berdasarkan data BPN Kabupaten Bogor kata Amien, PT Bukt Sentul yang sekarang menjadi PT Sentul City, tbk menguasai 3 ribu hektare tanah di Kabupaten Bogor dengan bukti kepemilikan dua buah sertifikat HGB.

Adapun menurut mantan Menteri Kehutanan MS Ka’ban sambung Amien, sekitar 74 persen tanah atau lahan di DKI Jakarta dimiliki oleh beberapa korporasi atau oknum-oknum tertentu.

Atas kondisi itu, di samping menyalahkan para bandit tanah, Amien lebih menyalahkan penguasa yang memungkinkan penjarahan tanah itu menjadi legal sekalipun menghancurkan rasa keadilan.

Hal itu juga tambah Amien, telah menghina Pancasila dan UUD 1945 terutama pasal 3 ayat 3 yang menyebutkan, “Bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

“Bukan sebesar-besarnya kemakmuran konglomeran dan korporatokrat juga buka untuk para birokrat tanpa martabat yang telah menjadi kacung para konglomerat dan korporatokrat itu,” kata Amien.

Amien mengaku teringat momen dua tahun lalu ketika dirinya dihujat lantaran mengingatkan Jokowi soal pertanahan. Dia kala itu mengingatkan agar Jokowi menindak para bandit pertanahan.

Bagi-bagi sertifikat untuk para petani dan rakyat kecil itu sudah bagus dan sangat bagus kata Amien, tetapi jangan lupa sama sekali peran para bandit pertanahan yang telah menyengsarakan rakyat banyak.

Karena itut Amien menjelaskan, ada agenda sangat mendesak bagi bangsa kita agar penguasaan lahan oleh para bandit ekonomi itu harus direkonstruksi kembali sesuai amanat konstitusi.

Kata dia, ada jalan mudah bila para wakil rakyat dan pemerintah yang katanya merakyat itu punya political will, punya iradah, punya willingness, punya keinginan yang bulat utuh yaitu pegang kuat kuat konstitusi kita dan terbitkan UU baru yang membela rakyat dan bangsa sendiri.

Terakhir, mantan Ketua MPR itu juga berpesan kepada pengacara Haris Azhar dan kawan-kawan agar terus membela Rocky Gerung dari sisi hukum sejauh yang dia bisa lakukan.