Bencana Alam Jatim, Mensos Salurkan Bantuan Rp1,5 Miliar

maiwanews – Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawangsa Minggu 5 Februari menyalurkan bantuan senilai Rp 1,5 miliar bagi korban dan untuk pemulihan sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Timur (Jatim). Rp 389 juta diantaranya diberikan kepada Kabupaten Pasuruan.

Bantuan diberikan dalam bentuk paket lauk pauk, matras, selimut, perlengkapan anak, perlengkapan keluarga, kebutuhan makanan, dan tenda gulung. Bantuan diserahkan Mensos Khofifah secara simbolis kepada perwakilan warga saat meninjau korban banjir di Kelurahan Kedung Ringin Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan Minggu 5 Februari.

Dalam kunjungannya, Mensos Khofifah meninjau meninjau dan memastikan layanan kepada pengungsi maksimal, khususnya dapur umum lapangan (Dumlap), dapur ummum ini didirikan dan dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Dalam pernyatannya Mensos Khofifah menyampaikan bahwa Tagana hadir sejak awal tanggap darurat, adapun Dumlap diminta tetap memberikan layanan meski masa tanggap darurat telah berakhir.

Dumlap melayani sembilan kecamatan korban bencana banjir, setiap hari menyiapkan 6.000 bungkus makanan dan lauk pauk. Selain Dumlap, juga ada tim layanan psikososial beranggotakan tujuh orang. tim ini telah memberikan dukungan psikososial kepada 120 anak dan kelompok rentan lainnya.

Direktur Bencana Alam Kemensos Adhy Karyono mengatakan secara umum banjir di Pasuruan dialami sembilan kecamatan akibat tingginya curah hujan. Selain itu dalam waktu bersamaan terjadi air laut pasang dan pendangkalan sungai. Ia menjelaskan banjir kali ini adalah banjir tahunan paling berat, selama hampir 2,5 bulan daerah tertentu seperti di Kecamatan Beji yaitu Kedung Ringin dan Kedung Boto terus tergenang.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, Adhy menilai solusinya adalah melakukan normalisasi sungai, mitigasi berupa penanaman pohon di hulu, serta peringatan dini tentang potensi hujan untuk mengurangi risiko ketika banjir. (Kemensos)