Masih Bertambah, Gempa Cianjur Sebabkan 103 Orang Meninggal Dunia

20211205-abdul-muhari
Kepala Pusdatinkom Kebencanaan BNPB Abdul Muhari Ph.D

maiwanews – Jumlah warga yang meninggal dunia bertambah, kini tercatat sebanyak 103 orang akibat gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Jumlah tersebut berdasar data per Selasa (22/11) pukul 09.55 WIB.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Ph.D. mengatakan, mayoritas warga meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan.

“Mayoritas warga meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat peristiwa terjadi,” kata Muhari dalam keterangannya, Selasa (22/11).

Muhari menjelaskan, selain korban meninggal dunia, sebanyak 25 orang warga juga dilaporkan masih hilang. Pencarian kata dia, masih terus dilakukan hingga hari ini.

Dia melanjutkan, korban luka-luka sebanyak 377 orang di Kabupaten Cianjur, 1 orang luka sedang di Kabupaten bandung, 1 orang luka berat dan 9 orang luka ringan di Kabupaten Sukabumi, dan 2 orang luka ringan di Kabupaten Bogor.

Adapun jumlah warga yang mengungsi ujarnya, bertambah menjadi 7.060 jiwa yang tersebar di beberapa tiik, sebanyak 8 kepala keluarga mengungsi di Kabupaten Sukabumi dan 4 jiwa mengungsi di Kabupaten Bogor.

Adapun kerusakan infrastruktur lanjutnya, tercatat sebanyak 3.075 rumah rusak ringan, 33 unit rumah rusak sedang, dan 59 rumah rusak berat.

Muhari menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa, kerusakan infrastruktur, lokasi pengungsian, dan kebutuhan mendesak.

“Hingga Selasa (22/11) pukul 06.30 WIB, gempa susulan tercatat sebanyak 118 gempa dengan magnitudo terkecil M1,5 dan terbesar M4,2,” pungkas Muhari.