Biaya Umrah Diperkirakan Naik, Efek Berantai COVID-19

maiwanews – Biaya ibadah umrah diperkirakan mengalami kenaikan sebagai efek berantai dari merebaknya COVID-19. Pandemi memaksa semua pihak untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat, termasuk menjaga jarak aman. Hal ini menyebabkan berkurangnya kapasitas angkut maskapai penerbangan.

Kapasitas angkut maskapai penerbangan diperkirakan hanya 60 sampai 70 persen dari biasanya. Penurunan kapasitas juga terjadi pada akomodasi dimana smua pihak harus menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi. Hai ini disampaikan Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Indonesia (AMPHURI), Joko Asmoro, dalam sebuah diskusi Senin 3 Agustus sore.

Dengan penurunan kapasitas, tentu harga tiket akan naik, demikian juga dengan biaya sewa kamar, tentu akan naik jika jumlah orang perkamar harus dikurangi. Demikian dijelaskan Joko.

Penyelenggaraan umrah juga semakin terkendala oleh perubahan nilai tukar rupiah akibat resesi di sejumlah negara. Untuk mengantisipasi ini, Joko meminta kepada semua anggotanya untuk menjual paket umrah fleksibel. PAda paket ini bisa ditentukan bahwa tanggal keberangkatan bersifat fleksibel, atau ada ketentuan mengenai perubahan-perubahan kondisi ke depan.

Terkait skenario penyelenggaraan umrah di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), Joko mengungkap ada empat skenario. Pertama, umrah terbuka namun dengan protokol kesehatan. Skenario kedua adalah umrah dilaksanakan dengan kuota terbatas. Ketiga, ibadah umrah dengan kuota terbatas per negara. Keempat, pelaksanaan ibadah umrah ditunda satu tahun.

Berdasarkan catatan AMPHURI, 61.519 jemaah umrah Indonesia seharusnya berangkat pada 27 Februari 2020, namun batal karena COVID-19. (VoA/rt/em)