Blinken Sebut Rusia Tumpuk 100 Ribuan Pasukan dekat Ukraina

20210830-antony-j-blinken
Menlu AS Antony J Blinken di Kemenlu AS Washington DC. 30 Agustus 2021.

maiwanews – Menlu AS (Menteri Luar Negeri Amerika Serikat) Antony J Blinken menyebut Rusia telah meningkatkan ancamannya dan menumpuk hampir 100 ribu pasukan dekat perbatasan dengan Ukraina. Jumlah itu dapat digandakan dalam waktu singkat, demikian disampaikan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) mengutip pernyataan Menlu Blinken.

Pernyataan itu disampaikan Menlu Blinken dalam konferensi pers bersama dengan Menlu Ukraina Dmytro Kuleba di Kiev Ukraina hari Rabu (19/01/2022). Pada kesempatan itu Menlu Blinken menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat terhadap Ukraina saat keamanannya, kemakmurannya, demokrasinya, dan hak fundamentalnya untuk hidup sebagai negara berdaulat dan merdeka menghadapi tantangan.

“Presiden Biden meminta saya untuk datang ke sini, untuk menggarisbawahi komitmen teguh kami terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Ukraina”, ungkap Menlu Blinken. Ia menambahkan, pihaknya akan melanjutkan upaya diplomatik tanpa henti untuk mencegah agresi baru dan untuk mempromosikan dialog dan perdamaian.

Amerika Ssrikat dikatakan terus meningkatkan kemampuan Ukraina untuk mempertahankan diri dan menjelaskan efek dari tanggapan Amerika Serikat dan Eropa pada Moskow jika menolak jalur diplomatik, serta melanjutkan tindakan tidak beralasan, melakukan invasi atau destabilisasi Ukraina.

Selama bertahun-tahun Amerika Serikat, menurut Menlu Blinken, telah berinvestasi dalam pertumbuhan ekonomi Ukraina, keamanan energi, infrastruktur, masyarakat sipil, supremasi hukum, dan pertahanan. Dukungan akan terus diberikan, termasuk bantuan keamanan defensif. Salah satu bentuk dukungan itu adalah perpanjangan Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina hingga 2022 dan meningkatkan pendanaannya menjadi $300 juta.

Menjawab tudingan penumpukan pasukan, juru bicara Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) Rusia Maria Zakharova Rabu 3 November tahun lalu membantah dengan menyebutnya sebagai kampanye palsu. (z)