BPKN Sebut Aplikasi E-Peken Surabaya Layak Jadi Percontohan Nasional

20220630-aplikasi-e-peken-surabaya-prod30jun2022
Aplikasi E-Peken Pemkot Surabaya. Kamis, 30 Juni 2022. (freddy)

maiwanews – BPKN RI (Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia) bersama Dinkopdag (Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan) berdiskusi membahas kebutuhan konsumen tetang keamanan serta kenyamanan sistem E-Commerce (belanja online) di Kota Surabaya. Acara ini juga dihadiri perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan. Forum diskusi ini digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah, Balai Kota Surabaya, Rabu (29/06/2022).

Dalam diskusi ini Anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI, Megawati Simanjuntak dan Sekretaris Dinkopdag Surabaya, Moch Awaludin Arief membahas mengenai keamanan dan perlindungan konsumen e-Commerce serta kiat meningkatkan ekonomi kerakyatan di Kota Surabaya. Salah satunya membahas tentang keamanan dan perlindungan pada aplikasi atau website belanja online e-Peken milik Pemerintah Kota Surabaya. 

Megawati mengatakan bahwa aplikasi e-commerce yang dimiliki Pemkot Surabaya itu layak dijadikan percontohan nasional sebagai media perantara antara pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) dengan pelanggan.

Anggota Komisi Komunikasi dan Edukasi BPKN RI ini mengapresiasi langkah yang di ambil Pemkot Surabaya yang menciptakan aplikasi ekonomi digital sebagai wadah untuk pelaku UMKM yang bertujuan mensejahterakan pelaku UMKM dengan memfasilitasi E-Commerce berskala lokal.

“BPKN turut mengapresiasi, selama kami melakukan kajian dan validasi di kota lain, e-Commerce seperti e-Peken ini belum ada,” ujar Megawati usai menggelar diskusi.

Megawati Simanjuntak mengatakan, bahwa konsep E-Peken ini akan dibawa ke tingkat nasional, terutama ke kota-kota yang memiliki potensi UMKM. Tujuannya agar supaya perekonomian di daerah lain semakin cepat bertumbuh dan berdampak baik pada perekonomian nasional ke depannya.

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi nasional 56-60 persen disupport oleh meningkatnya daya beli atau konsumsi masyarakat, dengan adanya aplikasi seperti e-Peken.

Sementra, Dinkopdag Surabaya, Moch Awaludin Arief mendukung, langkah BPKN RI yang menjadikan e-Peken sebagai percontohan nasional. Menurutnya ketika perekonomian di masing – masing daerah bangkit, secara otomatis pada tingkat nasional akan ikut bangkit.

Selama ini tambah Awaludin, kita terbuka untuk Kabupaten/kota yang ingin belajar ke Surabaya dan kita akan beri inovasinya dan akan di dampingi KPK, sebab inovasi termasuk kekayaan hak intelektual. “Karena inovasi ini termasuk kekayaan hak intelektual, kami didampingi juga oleh KPK,” ujar Awaludin. 

Awaludin menyampaikan, sampai saat ini di dalam e-Peken ada 1.737 yang terdata, terdiri dari 820 Toko Kelontong (Tokel), 165 Sentra Wisata Kuliner (SWK), dan 751 UMKM, serta 1 rumah daging. Untuk bisa masuk ke dalam e-peken harus memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari memiliki NIB (Nomor Induk Berusaha), packing dan seleksi ketat lainnya.

Pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan ini perlahan terdongkrak naik dengan e-peken, dan konsep ini bisa juga diterapkan oleh kabupaten/kota lain yang ingin perekonomian di wilayahnya meningkat lebih baik. Karena konsep e-peken tidak akan berjalan baik, jika tidak adanya peran dari pelaku UMKM, Tokel dan SWK. (i)