BRIN Kembangkan Insinerator Skala Kecil untuk Kelola Limbah Medis

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dalam keterangan pers secara virtual. Rabu 28 Juli 2021.

maiwanews – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan insinerator (teknologi pembakaran sampah dengan melibatkan pembakaran bahan organik) skala kecil untuk mengelola limbah khususnya medis. Demikian disampaikan Kepala BRIN Laksana Tri Handoko Rabu 28 Juli dalam keterangan pers secara virtual.

Keterangan pers itu disampaikan usai mengikuti ratas (rapat terbatas) terkait pengelolaan limbah berbahan bahaya dan beracun (B3) medis COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Laksana Tri Handoko pada keterangan persnya mengatakan penambahan jumlah limbah semakin meningkat, namun sistem pengolahan belum memadai. Untuk itu BRIN berupaya memanfaatkan teknologi pengolah limbah dan daur ulang.

Beberapa teknologi dikatakan sudah terbukti, khususnya teknologi skala kecil dan mobile. Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat menjangkau daerah berpenduduk relatif sedikit dengan skala limbah tidak banyak.

Menurut Laksana Tri Handoko, teknologi skala kecil lebih hemat dibandingkan insinerator skala besar. Insinerator besar juga membutuhkan sumber daya untuk melakukan pengumpulan, hal ini menimbulkan biaya.

Selain insinerator skala kecil, Kepal BRIN juga mengusulkan pemanfaatan teknologi daur ulang. Ia mencontohkan, alat penghancur jarum suntik dapat menghasilkan residu baja tahan karat(stainless steel). Selain itu bisa juga memanfaatkan alat daur ulang APD (alat pelindung diri) dan masker berbahan polypropylene. Dengan daur ulang APD dan masker bisa dperoleh propylene murni (PP) dengan nilai ekonomi tinggi. (z/BPMI Setpres)