Butuh ‘Encourage’ dan ‘Effort’ Semua Elemen Untuk Perangi Hoaks

20220106-stop-hoax-maiwanews-z
Banner kampanye stop hoaks.

maiwanews – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Cek Fakta, Internews dan Google News Initiative menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penerapan Kurikulum Cek Fakta dan Literasi Berita untuk Publik Melawan Mis/Disinformasi di Hotel Royal Bay Makassar, Jumat (01/07/2022).

Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memerangi penyebaran berita palsu atau hoax serta untuk mendorong penerapan pelajaran Cek Fakta dan Literasi Berita ke dalam kurikulum sekolah, hingga merumuskan peta jalan (road map) kolaborasi dan adaptasi kurikulum Cek Fakta dan Literasi Berita di sekolah sebagai bagian dari upaya mengkampanyekan gerakan melawan hoax di lingkungan pendidikan.

Dalam sambutan Kepala Bidang Humas IKP Diskominfo-SP Provinsi Sulsel Sultan Rakib, mengatakan, ketika berbicara masalah hoax, maka dampak yang paling buruk itu paling sering dialami oleh pemerintah.

Sultan Rakib menambahkan, semua kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, ada saja pihak-pihak yang melakukan upaya untuk men-downplay kebijakan tersebut, dan akan berimbas pada tidak bisa berakselerasinya kebijakan tersebut.

Kalau sebatas men-downplay atau,mengkritik tambah Sultan Rakib, tidak ada masalah, yang terparah dan tergolong hoax jika ada pihak-pihak yang ketika kita mengatakan A tetapi yang tersebar malah Z. Begitu

“Betapa berbahayanya hoax, sehingga berdampak besar bagi perkembangan dan akselerasi kebersatuan kita menuju perubahan Indonesia yang lebih baik”, ujar Sultan.

Kepala Bidang Humas IKP Diskominfo-SP menjelaskan bahwa langkah yang diambil AMSI ini merupakan sebuah langkah yang tepat dalam upaya menyadarkan masyarakat, khususnya dalam dunia pendidikan. Karena tambah Sultan, di dunia pendidikan inilah bisa kita ubah pola pikir (mindset) dan kita bisa kenalkan sesuatu dimulai dari dunia pendidikan.

“Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan sebaiknya bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti ini. Agar dapat meningkatkan encourage para tenaga pendidik dan peserta didik supaya dapat melakukan verifikasi terhadap berita-berita yang beredar”, ujarnya.

Karena menurut Sultan, ada dua hal yang harus dimiliki oleh masyarakat untuk memerangi hoax, yaitu encourage dan effort. Jika dorongan rasa ingin tahu terhadap kebenaran suatu informasi sudah ada maka selanjutnya yang harus dimiliki adalah usaha, misalnya verifikasi melalui google, verifikasi domainnya sah atau tidak.

Sementara Ketua AMSI Sulawesi Selatan Herwin Bahar menjelaskan, penting bagi FGD tersebut untuk menghadirkan berbagai peserta yang mewakili guru, pemerhati pendidikan, dosen, Kementerian Agama,serta peserta lintas agama. Karena masalah mis/disinformasi tambahnya, dapat mengena semua kalangan, sehingga butuh banyak referensi yang nantinya dapat menyatukan persepsi.

Harapannya dengan adanya kegiatan FGD tersebut dapat membuka mindset para peserta yang hadir. “Nantinya ke depan bisa menularkan hal-hal positif kepada dunia pendidikan”, harapnya. (i)

BERITA LAINNYA

.