Cai Wei Respon Perintah AS Tutup Konsulat China di Houston Texas

maiwanews – Konsulat Jenderal China Cai Wei Kamis 23 Juli merespon kebijakan pemerintah Amerika Serikat menerbitkan perintah kepada China untuk menutup Konsulat Jenderalnya di Houston Texas. Langkah ini dilakukan pemerintah Amerika dengan alasan untuk melindungi kekayaan intelektual dan informasi negeri Paman Sam itu.

Cai Wei kepada media lokal di Houston meminta pemerintah Amerika Serikat (AS) memberi bukti atas tudingannya bahwa Konsulat Jenderal (Konjen) China melakukan kegiatan spionase. Menurut Cai, pihaknya tidak bersalah sampai terbukti melakukan kesalahan.

Perintah menutup kantor konsulat China di Houston pada Rabu 22 Juli dikabarkan akan dibalas dengan memerintahkan penutupan kantor konsulat Amerika di Wuhan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Mike Pompeo dalam kunjungannya ke Denmark mengatakan kegiatan spionase oleh China yaitu pencurian kekayaan intelektual Amerika dan Eropa. Menurutnya, hal itu menimbulkan kerugian ribuan lapangan kerja.

Menlu Pompeo merujuk pada dakwaan Departemen Kehakiman Amerika hari Selasa 21 Juli terhadap dua warga China. Keduanya dituduh melakukan kampanye spionase dunia maya selama sepuluh tahun, mereka menarget kontraktor pertahanan, penelitian virus corona, dan ratusan korban lain di seluruh dunia.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China, Wang Wenbin menyebut langkah Amerika keterlaluan dan tidak dapat dibenarkan, merusak hubungan bilateral kedua negara.

Wang Wenbin pada konferensi pers harian di Beijing hari Rabu 22 Juli memperingatkan, negaranya kemungkinan akan mengambil tindakan balasan.

Amerika diketahui memiliki Kedutaan Besar (Kedubes) di Beijing dan lima konsulat di daratan utama China. Konsulat-konsulat itu terletak di Shanghai, Guangzhou, Chengdu, Wuhan, dan Shenyang. Sementara China memiliki enam konsulat di Amerika Serikat termasuk Misi China untuk PBB. (VOA/mg/pp)