Cegah Penyebaran Virus, ASN Dilarang Ajukan Cuti Selama COVID-19

maiwanews – Guna mencegah penyebaran virus, Kementerian Pendagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang mengajukan cuti selama wabah COVID-19.

Ir. Bambang D. Sumarsono. (Foto: GT Nasional)

Asisten Deputi Integritas dan Evaluasi Sistem Merit KemenPAN-RB Ir. Bambang D. Sumarsono dalam keterangan persnya Kamis 30 April di Jakarta mengakui ASN punya hak cuti, namun kali ini sangat dibatasi.

Pelarangan cuti bagi ASN selama Corona Virus Disesase 2019 (COVID-19) diatur dalam ketentuan SE Nomor 46 Tahun 2020, di dalamnya menyatakan ASN dilarang mengajukan cuti. Sebaliknya, pejabat pembina kepegawaian (PPK) juga dilarang untuk memberikan cuti bagi ASN.

Meski ASN dilarang cuti, namun ada pengecualian. Beberapa alasan dapat diajukan sebagai syarat sehingga permohonan cuti diizinkan diantaranya adalah cuti melahirkan.  “Kalau mau melahirkan ya mau tidak mau (harus) diberi cuti,” kata Bambang di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Darurat (BNPB).

Selain cuti melahirkan, cuti sakit juga diperbolehkan dengan ketentuan bahwa ASN tersebut mengalami sakit cukup parah. Cuti karena alasan penting juga diperbolehkan.

Namun demikian, perlu dicatat bahwa cuti alasan penting tersebut hanya terbatas bagi keluarga inti, yaitu bapak, ibu, saudara kandung, anak atau menantu mengalami sakit keras atau bahkan meninggal.

Bambang kemudian mencontohkan, cuti menikah tidak diatur ketentuan tersebut. (GT Nasional)