China Tangguhkan Impor Unggas dari Sebuah Pabrik di AS

maiwanews – China menangguhkan rencana impor unggas dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat. Kebijakan ini menyusul kabar bahwa karyawan pabrik unggas itu diketahui positif COVID-19. Pabrik milik sebuah perusahaan unggas AS, Tyson, tersebut itu terletak di Springdale, Arkansas.

Menyikapi pengumuman China Minggu 21 Juni terkait penangguhan tersebut, juru bicara Tyson, Gary Mickelson, mengatakan perusahaannya sedang mempelajari isu tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Gary Mickelson mengatakan bahwa lembaga-lembaga seperti Organisasi Kesehatan Sedunia, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Srikat (AS), Departemen Pertanian AS, dan Badan Pangan dan Obat-obatan AS sepakat bahwa tidak ada bukti bahwa transmisi Corona Virus Disease (COVID-19) terkait dengan makanan.

Selain penangguhan impor unggas dari Tyson, China junga menghentikan impor produk-produk babi dari perusahaan Jerman, Toennies. Langkah ini dilakukan juga dengan alasan virus korona telah menjangkiti pekerja di perusahaan itu.

Beberapa waktu belakangan ini China meningkatkan pengawasan makanan impor, ini dilakukan sejak merebaknya berbagai kasus COVID-19 terkait dengan pasar makanan grosir di ibukota lebih dari sepekan lalu. Sebagian wilayah kota Beijing bahkan ditutup setelah ditemukannya gelombang baru infeksi virus korona.

November 2019 lalu pemerintah negeri Tirai Bambu itu mengakhiri larangan impor unggas AS selama lima tahun. (VOA/vm/pp)