COVID-19 Ancam Upaya Konservasi Macan Tutul Salju

maiwanews – Merebaknya pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) mengancam upaya upaya konservasi macan tutul salju (snow leopard). Sebelumnya, pakar satwa liar mengatakan macan tutul salju makin banyak terlihat di pengunungan Utara Pakistan.

Macan Tutul Salju. (Foto: BWCDO)

Hal itu merupakan tanda-tanda menjanjikan bahwa populasi salah satu kucing besar paling terancam di dunia pulih di daerah itu karena upaya-upaya konservasi sedang berlangsung.

Namun sejak wabah korona merebak, ditambah tantangan ekonomi, kesuksesan kampanye konservasi menghadapi ancaman serius. Selama dua dasawarsa Organisasi Penyelamatan dan Pengembangan Margasatwa Baltistan (The Baltistan Wildlife Conservation & Development Organization/BWCDO) bermitra dengan badan-badan amal Amerika Serikat (AS) aktif dalam upaya penyelamatan macan tutul salju.

Sekitar 8.000 populasi macan tutul salju diyakini ada di hutan satwa liar seluruh dunia, kurang dari 400 di antaranya terdapat di Pakistan, termasuk wilayah Gilgit-Baltistan. Di wilayah ini BWCDO bekerjasama dengan penduduk desa setempat melakukan langkah-langkah melindungi dan melestarikan macan tutul salju.

BWCDO mempelopori tanggung jawab ternak bagi penduduk desa, organisasi lingkungan ini memberi kompensasi kepada petani terhadap hilangnya ternak akibat dimakan macan tutul salju untuk memastikan agar hewan predator dan manusia hidup berdampingan dengan harmonis.

Kepala eksekutif proyek, Ghulam Muhammad, mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan organisasi nirlaba berkantor di AS, Iqra Fund, pada program pendidikan dan kesadaran untuk masyarakat di desa-desa dataran tinggi, agar membuat mereka peka untuk melindungi dan melestarikan satwa liar. (VoA/ps/ii)

BERITA LAINNYA

.